suluhnusa.com_Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) mendorong pemerintah di daerah khususnya Bali untuk menggalakkan bank sampah dengan melakukan perubahan kultur sistim pembuangan sampah.
Kepala Pusat Ekoregion Bali-Nusra Novrizal Tahar mengatakan, saat ini hampir seluruh daerah di Indonesia telah melakukan gerakan swadaya masyarakat untuk serius dalam menangani pengelolaan sampah.
Proses pembuangan sampah dengan menggunakan metode lama, yaitu sampah dikumpulkan lalu dibuang menurutnya sudah harus ditinggalkan. Kini saatnya masyarakat dengan didorong oleh pemerintah daerah (pemda) masing-masing untuk menggalakkan pemilahan sampah.
“Proses pemilahan sampah ini dengan menggunakan metode sampah di daur ulang, yang bisa dikompos ya dikompos, sampah yang plastik dipilah-pilah sehingga sampah yang diantar ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) benar-benar sedikit,” paparnya di Denpasar, Jumat, 3 April 2015.
Konsep bank sampah berbeda dengan pemulung. Jika pemulung hanya mengambil sampah yang bernilai ekonomis. Maka Bank sampah membangun komunitas dan juga ada di nilai ekonomisnya.
“Sekarang ini masyarakat harus kita dorong kita tumbuhkan menjadi sebuah kultur baru kultur memilah sampah,” imbuhnya.
Mengingat lahan untuk TPA di pulau Bali makin susah apalagi TPA harus menggunakan sistim landfill. Maka pihaknya gencar mendorong pada perubahan kultur terutama di Gianyar, Denpasar dan Badung untuk melakukan pemilahan untuk bangun bank sampah sehingga sampah yang masuk ke TPA Suwung sedikit.
“Konsep bank sampah sudah menjamur hampir di seluruh Indonesia dan kita harapkan di Bali, Karangasem sudah lakukan dan kita harapkan pemerintah daerah bisa mendorong masyarakatnya untuk melakukan perubahan kultur itu,” tutupnya.(kresia)
