SULUH NUSA, LEMBATA – PEKERJAAN jalan Nasional yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tematik sudah selesai dilelang oleh LPSE Kabupaten Lembata.
Sebanyak tiga segmen proyek DAK penugasan untuk jalan di Kabupaten Lembata tahun 2023 sudah diumumkan oleh Bidang Pengadaan Barang dan Jasa, Setda Kabupaten Lembata. Tiga kontraktor memenangkan lelang proyek ini adalah PT. Lima Satu Merdeka, PT. Trans Lembata dan CV. Permata Bunda.
Hasil lelang proyek ini mendapat sorotan dari Komisi II DPRD Lembata khusus CV. Permata Bunda yang menurut evaluasi DPRD tidak memperhatikan kualitas perkerjaan pada proyek yang sama tahun 2022.
Hal ini disampaikan Anggota DPRD Lembata, Partai Demokrat, Komisi II, Paulus Toon Tukan, di Lewoleba, 3 Juni 2023.
Tukan mengungkapkan CV. Permata Bunda mendapat penilaian negatif pafa protek DAK tabun 2022 segmen PahengwaQ yang dinilai tidak berkualitas.
“Kami meragukan kualitas. Agak meragukan yang dimenangkan oleh Kalis Kolin melalui CV. Permata Bunda. Karena Sesuai laporan masyarakat dan hasil kunjungan DPRD pekerjaannya kurang berkualitas. Kan jalannya pernah disuruh bongkar oleh DPRD, Komisi II”, ungkap Paulus Toon Tukan yang kerap dipanggil Frits Tukan.
Untuk itu, Komisi II mempertanyakan proses lelang proyek DAK tahun 2023 yang kembali memenagkan CV. Permata Bunda.
“Kami sempat mempertanyakan dengan Pak Penjabat kenapa dimenangkan kan lagi. Jawaban mereka karena lengkap dokumen”, ungkap Tukan.
Karena itu Frits meminta kepada PPK untuk teliti memeperhatikan prosedur pekerjaan sampai menghasilkan pekerjaan yang berkualitas agar kejadian pembongkaran tidak terjadi lagi.
“Berdasarkan pengalaman itu lalu kemudian secara prosedur memenuhi syarat PPK harus antisipasi lebih awal. Jangan sampai kerja selsai baru bongkar. Seperti di PahengwaQ yang dikerjakan oleh CV. Permata Bunda”, ungkapnya.
Pekerjaan jalan DAK tahun 2023 yang dimenangkan oleh CV. Permata Bunda adalah peningkatan jalan segmen Atulaleng-Kantor Camay Loyobuya senilai Rp. 6.000.000.000 (Enam Milyar Rupiah).
Sementara itu dua segmen lainnya dimenangkan oleh PT. 51 Merdeka untuk segmen SD Waikomo – Lerek senilai Rp. 14.253.066.000 (Empat Belas Milyar Dua Ratus Lima Puluh Tiga Juta Enam Puluh Enam Ribuh Rupiah) dan PT. Trans Lembata untuk Segmen SP Lima Wangatoa – Puor – Watubuah senilai Rp. 23.337.822 (Dua Puluh Tiga Milyar Tiga Ratus Tiga Puluh Tuju Juta Delapan Ratus Dua Puluh Dua Ribuh Rupiah).
Direktur PT. 51 Merdeka, Michael Tanudiredjo dan Direktur PT. Trans Lembata Benediktus Lelaona membanarkan hal ini ketika dikonfirmasi SuluhNusa.com (weeklyline media network) melalui pesan WhatsApp, 4 Juni 2023.

Kepala Unit Pengadaan Barang dan Jasa Kabupauen Lembata, John B. Nani kepada wartawan di ruangan kerjanya, 3 Juni 2023 menjelaskan, alasan kenapa CV. Permata Bunda menang atas proyek tersebut.
“Saat proses tender dalam perjalanan ada empat perusahaan memasukan dokumen penawaran yakni CV. Orlando nilai penawaran 4.6 milyar, CV. Army dengan nilai penawaran 5.1 milyar, CV. Permata Bunda dengan nilai penawaran 5.3 Milyar dan CV. Timber jaya dengan nilai penawaran 5.9 milyar”, ungkap John Nani.
Menurut John, dalam proses evaluasi penawaran pokja peringkat pertama CV. Orlando tidak lolos evalusasi penawaran karena tidak memasukan SPT Tahun 2022.
Demikian pula denhan, CV. Army pada peringkat kedua, memiliki catatan kekurangan peralatan konkret vibrator yang terbaca didokumen tertulis lima buah, setelah dikonfirmasi pada toko yang menjual ternyata hanya ada satu.
“Dalam kuitansi pembelian yang disertakan dalam dokumen ada lima tetapi saat ditelusuri ternyata hanya satu dari toko yang menjual. Kebetulan toko itu ada di lewoleba. CV. Army gugur karena ini”, tegas John Nani.
Lalu CV. Permata bunda sebagai penawar peringkat ketiga, hasil evaluasi dari semua persyaratan memenuhi syarat. Dari Peralatan dan tenaga memenuhi syarat.
“Kualifikasi perusahaan lengkap dokumen seusai syarat yang ditetapkan pokja dalam dokuumen tender”, jelas Nani.
Sedangkan CV. Timber Jaya peringkat emoat, alat water tank truck tidak sesuai dengan jenis yang diisyaratkan dalam dokumen tender.
Terkait CV. Permata Bunda yang disoroti oleh Komisi II DPRD Lembata, John menjelaskan, pihaknya sudah memanggil Kuasa Direktur CV. Permata Bunda untuk memberikan penekanan pada tanggungjawab pemeliharaan pekerjaan tahun 2022.
“Jadi pekerjaan tanun lalu dengan sumber DAK Penugasan yang dikerjakan oleh CV. Permata Bunda, Kuasa Direkrurnya kita sudah panggil menghadap. Dia kita minta untuk menyelesaikan tanggungjawab pemeliharaan pekerjaan yang rusak tahun lalu. Dan beliau (Kalis Kolin-Red) sebagai Kuasa Direktur waktu itu bersedia untuk menyelesaikan pada masa pemeliharaan ini”, ungkapnya.
Menurut perbaikan titik titik yang rusak terebut bukan hanya atas rekomendasi DPRD dan laporan masyarakat tetapi atas rekomendasi perbaikan dari BPK.
Lebih jauh, John mengungkapkan jika tahun lalu CV. Permata Bunda menunjuk Kuasa Direktur maka tahun ini tidak ada penunjukan Kuasa Direktur karena saat proses tender pekerjaan ini dihadiri langsung oleh Yosefa E. Heni, Diektris CV Permata Bunda.
“Dan di hadapan Pokja Dir ektris CV. Permata Bunda sudah membuat pernyataan diatas meterai bahwa pekerjaan DAK penugasan tahun 2022 menjadi tanggugjawab penuh Kalis Kolin sebagai Kuasa Direktur”, ungkapnya.
Karena itu dugaan Komisi II DPRD Lembata, demikian John, bahwa ada permainan untuk meloloskan CV. Permata Bunda adalah tidak benar.
“Pekerjaan ini (proses lelang-red) akan diaudit okeh BPK, APIP, BPKP dan inpektorat kabupaten. Pola audit melalui sistem dan semua user dan pasword tender diberikan kepada auditor. Sehingga ada hal hal yang mencurigakan dapat ditemukan oleh auditor. Kalau ditemukan ada main mata maka urusan di APH. Kami Siap bertanggungjawab terahap pekerjaan ini kepada pihak manapun”, tegas John Nani. +++sandrowangak
