suluhnusa.com – Akun Facebook atas nama John Oleona yang menulis status terkait Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur yang menjemput anaknya menggunakan kapal Fantasi Expres di larantuka ke Lewoleba dianggap provokatif.
Pasalnya, akun tersebut menyimpulkan anak bupati tersebut berstatus orang dalam pemantauan tetapi tidak masuk karantina sementara warga lain yang berstatus sama dikarantinakan.
Status dan kesimpulan Akun John Oleona tersebut adalah hoax dan dianggap bisa memprovokasi.
“Bupati Lembata bolh tutup akses laut n udar, untuk tidak bepergian dan berdatangan. Namun siang tadi belia sendiri dengan kapal Fantasi express dari Lewoleba k larantuka menjmpt anaknya yang baru tiba dari Jakarta. Utk ke Lewoleba Lembata. Berarti anak bupati tersebut termasuk ODP n dikarangtina di puskesmas pada,” demikian bunyi status John Oleona yang ditulis, Minggu, 19 April 2020. Status tersebut diposting di group Bicara Lembata. Bebeapa jam kemudian status tersebut sudah dihapus.
Walau dihapus Bupati Lembata, Eliazer Yentji Sunur tetap melaporkan Akun yang bersangkutan ke pihak kepolisian resort Lembata.
Hal ini disampaikan Bupati Lembata kepada wartawan usai meninjau Puskesmas Weru, 20.April 2020, di Desa Dolulolong, Omesuri.
Bupati merasa kecewa dengan tuduhan dalam postingan tersebut karena dirinya pada hari Minggu, 19 April 2020 melakukan beberapa kegiatan termasuk vicon di Kuma Resort.
“Ini Kabag hukum saya sudah berikan kuasa untuk melapor hari ini ke polres lembata. Anak saya sedang bekerja ditempat tugas mereka masing masing. Itu berita hoax. Saya pada hari yang sama melakukan video converence dan sejak kemarin saya ke Kedang. Sampai dengan hari ini saya masih di Kedang. Kapan saya ke larantuka? Pake fantasi lagi. Kan saya ada kapal Pemda. Anak saya berada di tempat tugas masing masing. Silakan datang cek ke rumah,” ungkap bupati Lembata.
Bupati Lembata menyesalkan tuduhan tersebut ditengah situasi pandemi Corona. Sebab status tersebut menurut Bupati Lembata bisa berdampak tidak baik karena sudah masuk kategori provokasi.
Status John Oleona bukan saja disesalkan oleh Bupati Lembata tetapi juga oleh mertuanya, Marselinus Lengari.
Ditemui di Desa Merdeka, Marselinus Lengari menceritakan dirinya sudah menegur yang bersangkutan.
“Saya bilang ke dia. Masalah orang jangan terlalu ikut campur. Tetapi dia tidak dengar. Dia menikah dengan anak saya. Saya sudah tegur tetapi dia tidak dengar,” ungkap Marsel Lengari didampingi Sekretaris dinas Pendidikan, Mikel Bala dan Sekretaris Kesbangpol El Mandiri.
Terhadap langkah hukum yang diambil oleh Bupati Lembata, Marsel Lengary mengungkapkan dirinya menyerahkan sepenuhnya kepada Bupati Lembata.
“Saya menyerahkan sepenuhnya kepada Pa Bupati, biar ada efek jerah,” ungkap Marsel.***
sandro wangak
