Penjabat Bupati Lembata Kaget Banyak Aset Milyar Rupiah Mangkrak, Apa Sebab?

SULUH NUSA, LEMBATA – LEMAHNYA perencanaan proyek oleh Pemerintah Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, pada masa kepemimpinan sebelumnya, menyebabkan bangunan Mangkrak di berbagai tempat. Tak pelak, sejumlah bangunan milik pemerintah bernilai ratusan Miliar itu mangkrak.

 

Kini Penjabat Bupati Lembata, Marsianus Jawa, mengerahkan berbagai upaya agar asset pemerintah yang mangkrak itu dapat beroperasi dan memberi nilai manfaat kepada warga. Salah satu caranya dengan menawarkan berbagai aset tersebut untuk dikelola investor.

 

Disaksikan wartawan Kamis, 2 Februari 2023, Penjabat Bupati Lembata, Marsianus Jawa mengunjungi Pasar Balauring, lahan reklamasi, Pabrik es serta RS Penyanggah Meru. Keempat aset milik Pemerintah itu dibanguna di Desa Balauring, Kecamatan Buyasuri. Selain itu, Penjabat Bupati juga memantau tambak garam di Desa Tapobaran, Kecamatan Lebatukan.

 

Saat mengunjungi Pasar Rakyat Balauring, Penjabat Bupati Lembata tampak terkejut karena mendapati pasar tersebut sudah selesai dibangun tetapi para pedagang di daerah itu dibiarkan berjualan di pinggir jalan.

 

Kepala Dinas Koperindag Kabupaten Lembata, Longginus Lega yang turut serta dalam kunjungan itu menjelaskan, pasar Balauring dibangun dengan Dana Tugas Pembantuan dari kementerian Perdagangan, tahun 2019, senilai 3,7 Miliar rupiah.

 

Namun di atas bangunan pasar tersebut terdapat 6 pemilik lahan yang mengantongi Kwitnasi jual beli tanah. Sebelum dibangun, keenam pemilik lahan tersebut dijanjikan untuk menempati salah satu los di pasar tersebut, namun mereka menolak dengan alasan los pasar tersebut kecil.

 

Kadis Koperindag, Longginus Lega menjelaskan, setelah keenam pemilik tanah ini menolak, Pihaknya mengarahkan warga lainnya untuk menempati los pasar tersebut. Namun para pedagang tersebut juga menolak dengan alasan mereka takut diusir oleh pemilik lahan.

 

“Pemerintah tidak bisa membiarkan aset ini tidak dipergunkan. Tolong pertemukan saya dengan keenam pemilik lahan itu. Ada kemauan pasti ada jalan,” ungkap Pj Bupati Lembata, Marsianus Jawa.

 

Pj Bupati, Marsianus Jawa beserta rombonganpun melanjutkan memantau lahan reklamasi. Lahan dengan panjang sekitar 110 meter, lebar dan panjang yang berbeda. Namun yang mengejutkan, diatas tanah milik pemerintah itu ada satu bangunan rumah milik warga yang dibangun hingga ke lokasi milik Pemda itu.

Melalui Camat dan kepala Desa Balauring, Pj Bupati Marsianus Jawa meminta agar lahan reklamasi tidak boleh diganggu oleh siapun, demi kepentingan pengembangan investasi di Lembata.

 

Begitu pula pabrik es. Bangunan mangkrak yang satu ini dibangun di belakang kantor Camat Omesuri. Kondisi bangunan yang tidak diketahui oleh Dinas apa saat ini dipenuhi reruntumputan. Bangunan tersebut berukuran 20X20 sudah selesai dibangun, namun tidak ada satupun isi di dalam. Akses jalan dan listrikpun tidak ada.

 

Adapun kondisi di RS Penyangga, Meru, Desa Balauring saat ini menjadi tempat rawat inap bagi pasien yang berobat ke Puskesmas Balauring. Menurut Kepala Puskesmas Balauring, Yosep Nelu, SKM, setiap hari ada 10 pasien dirawat di RS Meru ini. Ada sebuah bangunan mangkarak di RS tersebut yakni rumah dinas bagi Dokter. Kini dokter memilih menggunakan rumah dinas di Puskesmas balauring, sehingga bangunan di Meru tidak dipergunakan.

 

Tambak Garam di Desa Tapobaran, Kecamatan Lebatukan juga tidak lupa disambangi Pj Bupati Lembata. Kondisi Tambak garam yang telah memproduksi Garam dengan merk Pledang itu kini dalam kondisi memprihatinkan. Tambak dan Bangunan kantor yang dibangun Pemda Lembata, melalui dinas Koperindag itu kini dibiarkan terbengkelai.

 

Kepada Wartawan Pj Bupati Lembata, Marsinus Jawa mengatakan, mangkraknya bangunan karena proyek milik Pemerintah itu akibat Perencanaan tidak matang.

 

“Perencanaan tidak matang tetap dilakukan. Orang pusat kasi kita anggaran, kita sendri tidak melakukan persiapan secara matang. Ini kan perencanaan. Ini kan mangkrak. Kalau mau bangun di sini, siapkan dulu jalan, listriknya seperti apa,” ungkap Pj Bupati Marsianus Jawa. Ia Nampak marah dengan kondisi seluruh bangunan yang dipantaunya itu.

 

Ia menegaskan, pemerintah saat ini harus berbenah.

 

“Di jaman saya tidak boleh bangun di tanah yang bermasalah. Tidak boleh. Ini gambaran, kamu bisa menulis apa yang terjadi hari ini. ini baru di Balauring. Kita pergi lihat daerah lain, pasti seperti ini. saya meyakini.

 

Untuk Pabrik es, kita coba menawarkan kepada investor, termasuk tanah reklamasi, di atas tanah reklamaasi itu kita bisa bangun pabrik es atau cold storage di situ.Kalau bangun pabrik es disini, salah. Kalau bangun di lokasi reklamai itu baru betul. Tentang pasar, Saya akan upayakan untuk bicara dengan 6 pemiik tanah, untuk bisa segera dipergunakan. saya akan berupaya,” ujar Marsinaus Jawa. +++hosea/sandrowangak

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *