Jujur, Banyak Fasilitas Pertanian di Flotim Mubasir

suluhnusa.com – Komitmen pemerintah Kabupaten Flores Timur dalam meningkatkan kesejahteraan petani di Flores Timur terus dilakukan dengan berbagai upaya.

Salah satu upaya peningkatan kesejahteraan petani adalah peningkatan kapasitas dan kualitas anggota kelompok dalam pemanfaatan berbagai bantuan baik modal dan fasilitas yang diberikan oleh pemerintah.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Flores Timur, melalui Kepala seksi pembiayaan dan investasi Pertanian, Bernardus Kosa Jumad, dalam kegiatan Temu Usaha Pembiayaan Kredit Usaha Rakyat Pertanian di Desa Pajinian, Kecamatan Adonara Barat, 31 Oktober 2019.

Bernardus menjelaskan, banyak kelompok petani yang meminta fasilitas pertanian tetapi kadang digunakan tidak tepat pada sasaran.

“Contoh, ada kelompok petani yang meminta fasilitas pompa air tetapi bukan untuk kepentingan pertanian tetapi digunakan untuk kepentingan lain,” ungkap Bernadus.

Lebih jauh Bernardus membeberkan bahwa selain disalahgunakan, banyak kelompok yang menyianyiakan bantuan fasilitas pertanian dari dinas pertanian.

“Jujur saya sampaikan bahwa banyak fasilitas pertanian yang diberikan kepada kelompok petani di Flores Timur yang mubasir. Banyak kelompok petani yang meminta fasilitas pertanian tetapi lebih banyak mubasir karena tidak dimanfaatkan dengan baik,” ungkap Bernardus.

Untuk itu Bernardus dihadapan kelompok petani di Desa Pajinian mengharapkan agar fasilitas Sumur Bor yang sudah diberikan kepada petani desa Pajinian dapat dimanfaatkan dengan untuk meningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani.

“Selain sumur bor, petani Desa Pajinian juga mendapat bantuan mesin perontok padi. Gunakan itu dengan baik,” harap Bernardus.

Sementara itu, salah satu Fasiltator pembiayaan pertanian swadaya (FPPS), Kecamatan Adonara Barat, Kalixtus Samo Helan, menjelaskan kegiatan KUR Pertanian ini merupakan program pemerintah pusat melalui Kementrian Pertanian.

Untuk itu, petani di Adonara Barat khususnya di desa Pajinian dapat memanfaatkan program KUR-Kredit Usaha Rakyat Pertanian ini untuk kesejahteraan bersama.

Philipus Peu Lelangayaq, dari BRI Unit Waiwadan menjelaskan tahun 2019 BRI Pusat diberikan kuota Rp. 120 triliun. Untuk kuota Kanwil Denpasar, Rp. 8-9 triliun dengan sistim subsidi bunga.

“BRI Fokus dan mempunyai tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani kecil,” ungkap Philipus Peu yang dihadiri Penjabat kepala Desa Pajinian, Gabriel Kopong Kenukan, Ketua BPD Desa Pajinian, Antonius Yoseopun Niron.

Peu menjelaskan total pinjaman KUR untuk perorangan sebesar Rp. 75 juta selama satu tahun untuk petani yang belum mampu dalam hal modal.

Untuk mendapatkan KUR Pertanian ini, ada berbagai syarat yang harus dipenuhi yaitu usia masih produktif, memiliki usaha minimal 6 bulan, tidak memiliki catatan kredit macet.

Untuk itu Peu berharap agar pemerintah desa bersama dinas pertanian dan FPPS dapat memfasilitasi usaha swadaya pertanian agar Petani memiliki kemandirian.

Dia pun berharap kepada masyarakat agar jangan minder pergi ke bank untuk meminjam.

“Usaha apapun kami pihak bank dapat memberikan biaya dan modal untuk usaha masyarakat,” ungkap Peu.***

Kegiatan temu usaha pertanian ini dihadiri puluhan masyarakat petani Desa Pajinian, Penjabat kepala desa Pajinian, Gabriel Kopong Kenukan, Ketua BPD Desa Pajinian, Antonius Yosepun Niron, dan empat fasilitator Pemberdayaan pertanian Swadaya, Geovani Leonrdus Muda, Paulus Demon Parera, Maria Kristina Wae Ina dan Yustina Riti.

watowuan tyno/sandrowangak

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *