suluhnusa.com_Walikota Kupang Jonas Salean, SH. M.Si mengharapkan kepada segenap peserta pelatihan Otomotif dan menjahit untuk tidak salah gunakan bantuan peralatan yang diterima.
Sebab menurut Walikota, beberapa tahun yang lalu bantuan yang sama pernah diberikan kepada beberapa kelompok pemuda di Kota Kupang dalam berusaha.
Akan tetapi bantuan peralatan itu dijual kembali kepada pihak lain. Akibatnya sasaran Pemerintah untuk meningkatkan produktifitas warga di bidang jasa tidak tercapai.
“Saya harap bantuan yang diterima jangan salah digunakan karena beberapa tahun lalu bantuan yang diberikan ada kelompok yang menjual kembali bantuan peralatan karena ada kesalahpahaman dalam kelompok, sehingga usaha tidak tercapai,” tandas Walikota.
Jonas Salean mengatakan hal ini dalam sambutannya saat penutupan kegiatan pendidikan dan pelatihan ketrampilan otomotif dan menjahit bagi 32 orang pemuda/pemudi se-Kota Kupang, yang berlangsung di Aula UPT Dinas Nakertrans NTT Jalan Tahmrin Oepoi Rabu, 20 Mei 2015.
Lebih Lanjut Walikota mengatakan, Kota Kupang merupakan kota dengan pelayan dibidang pelayanan jasa. Karena itu pelatihan dalam rangka meningkatkan kwalitas serta peningkatan produktifitas sumber daya manusia bagi masyarakat Kota Kupang Pemerintah Kota Kupang terus mendorong.
Agar masyarakat terutama bagi kaum muda diarahkan untuk lebih banyak memiliki ketrampilan, yang nantinya dapat diterapkan untuk meningkatkan taraf hidup.
Tidak hanya itu Pemerintah Kota juga menurut Jonas Salean, mendukung anggota pelatahan dengan peralatan serta modal, dengan demikian bantuan peralatan atau modal yang diperoleh nantinya bisa digunakan dalam membuka usaha.
Selain itu kepada peserta pelatihan otomotif perbengkelan, Walikota mengharapkan agar memanfaatkan ilmu serta bantuan peralatan yang diperoleh saat itu guna membuka usaha di bidang jasa. Karena menurut walikota, beberapa bulan terakhir data penjualan sepeda motor menyebutkan lebih dari seratus unit sepeda motor terjual setiap harinya.
Sehingga peluang pasar itu perlu di lihat oleh warga Kota Kupang terutama kaum muda yang telah mendapat pelatihan ketrampilan. Termasuk peserta pelatihan menjahit, walikota mengatakan banyak penjahit di Kota Kupang tetapi yang sudah memiliki kemampuan lebih itu sedikit. Karena itu peserta pelatihan di Balai Latihan Kerja UPT Nakertrans NTT yang telah dinyatakan selesai mampu bersaing dengan penjual jasa di bidang menjahit lain untuk bisa meningkatkan ekonomi keluarga di waktu mendatang.
Sementara itu Sekretaris Dinas Nakertrans Kota Kupang dalam sambutannya selaku Ketua Panitia mengatakan, persoalan keterbatasan lapangan kerja beberapa tahun belakangan ini menjadi masalah serius yang perlu ada solusi, baik oleh pemerintah pusat, propinsi hingga kabupaten/kota.
Masalah terbatasnya lapangan kerja ini disebabkan karena terus bertambahnya jumlah penduduk tidak sebanding dengan lapangan kerja yang tersedia. Karena itu salah satu solusi yang terus digalakan Pemerintah Kota Kupang saat ini yakni dengan melakukan pelatihan ketrampilan kepada sejumlah pencari kerja khusunya kepada teanga-tenaga produktif.
Dengan demikian dapat membuka lapangan kerja bagi yang bersangkutan juga kepada orang lain yang membutuhkan. Sehingga tujuan akhir dari kegiatan itu diharapkan dapat mengurangi tingkat pengangguran dengan mengalokasikan sejumlah dana guna menggelar kegiatan serupa. (goris takene)
