suluhnusa.com_Lomba karya tulis Bali Mandara yang diperuntukan bagi pejabat eselon 3 di lingkungan Pemprov Bali diharapkan akan membuat para pejabat di jajaran Pemprov Bali memahami visi dan misi program-program Bali Mandara secara lebih mendalam.
Hal itu disampaikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika pada saat mendengarkan pemaparan hasil karya tulis dari 6 orang finalis karya tulis di ruang rapat Gubernur, Senin, 11 Agustus 2014.
“Dengan adanya lomba karya tulis ini, maka pemahaman para pejabat khususnya pejabat eselon 3 menjadi lebih dalam, karena dulu hanya mendengar tetapi sekarang harus turun langsung ke lapangan untuk mengadakan penelitian,” tandasnya.
Menurut Gubenur meskipun karya tulis ini belum begitu sempurna, tetapi memiliki manfaat yang begitu signifikan dimana para pajabat yang sebelumnya tidak terlibat secara langsung dalam penanganan masalah kemiskinan, sekarang menjadi tahu dan mampu memberikan solusi bagi persoalan yang dihadapi masyarakat.
Para pejabat eselon 3 diharapkan bisa menjadi inovator-inovator untuk perbaikian-perbaikan program ke depan dan eselon di bawahnya hanya sebagi pelaksana. Para eselon 3 juga diharapkan bisa berfikir sistemastis dalam melihat permasalahan dan bagaimana menjabarkan visi dan misi ke dalam teknis pelaksanaan program sehingga sasaran dan tujuan dari program itu bisa cepat tercapai.
Penelitian yang dilakukan juga harus mampu mencari dampak dari pelaksanan program terhadap pengentasan kemisikinan di daerah-daerah di mana program itu dilaksnakan. Penelitian ini hendaknya jangan berhenti sampai di sini, tetapi harus diteruskan dan diperdalam sehingga nantinya bisa diterapkan program-program yang lebih pas dengan kondisi daerah.
Lomba karya tulis yang dilaksanakan dalam rangka rangka HUT Pemprov Bali ke 56 tahun 2014 melibatkan peserta seluruh pejabat eselon 3 di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali yang berjumlah 242 orang. Dari semua peserta yang mengirimkan karya tulisnya hanya 101 peserta yang memenuhi persyaratan administrasi.
101 karya tulis tersebut kemudian dinilai oleh tim penilai yang terdiri dari, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan, Staf Alih bidang Pembangunan, Kelompok Kerja Gubernur Percepatan Program Bali Mandara yang terdiri dari Ir. Inyoman Silanawa, MH, Drs A.A Ngurah Agus Sujaya, Ir. A.A Gede Alit Sastrawan dan dr Pande Srijoni, M.Kes serta beberapa Kepala SKPD terkait. Dari 101 yang di nilai, hanya 19 karya tulis yang mendapat kesempatan untuk dipaparkan didepan tim penilai.
Setelah melaui penilaian yang sangat ketat hanya 6 karya tulis yang berhak dipaparkan dihadapan Gubernur Bali yaitu karya tulis dari dr. I Nyoman Sukartha, M.Kes, Wakil Direktur Pelayanan Pada RS Jiwa Prov. Bali dengan judul :”Penyusunan Strategi Pengentasan Kemiskinan berdasarkan Analisa SWOT dan Tri Hita Karana di Desa Ringdikit, Seririt Singaraja”, karya tulis dari Drs I Wayan Sumarjaya, M.Si, Kepala Bagian Pemanfaatan dan Penggunaan Aset pada Biro aset Setda Prov. Bali dengan judul “Upaya-upaya Pemantapan Program Pengentasan Kemiskinan Terpadu Bali Mandara di Desa Petemon Kecamatan Seririt Kabupaten Buleleng”.
Karya tulis dari Drs I Wayan Sudana, Apt Kepala Bagian Bina Program pada Rumah Sakit Indera Provinsi Bali dengan judul “Peningkatan Jiwa Kewirausahaan serta Mental Pengabdian melaui Pendidikan dan Pelatihan Guna Meningkatkan Akselerasi Program Bali Mandara yang Berlandaskan Konsep Ajaran Tri Hita Karana’, Karya Ni Ketut Sukmawati, SE, M.Si, Kepala Bidang Formasi Pengadaan dan Kesejahteraan Pegawai pada Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Bali dengan judul “Gerbangsadu Mandara Berlandaskan Tri Hita Karana di Desa Kukuh Kecamatan Marga Kabupaten Tabanan”.
Ir lanang Eryawan, MMA, Kepala Bidang Perbenihan dan Sarana Perkebunan pada Dinas Perkebunan Provinsi Bali dengan judul “Pengembangan Usaha Ekonomi Produktif Melalui Fasilitas Dana Gerbangsadu Mandara Di Desa Ban Kecamatan Kubu Kabupaten Karangasem”.
Dan yang terakhir karya Ida Ayu Nyoman Candrawati, SH, P.Par, Kepala Bidang Perlindungan Perempuan pada Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Bali dengan judul “Study Efektivitas Program Bali Mandara Di Desa Mayong kecamatan Seriirit Kabupaten Buleleng”. (***/sandrowangak)