suluhnusa.com_Petani garam boleh sedikit berlega hati dalam tiga tahun belakangan ini. Pasalnya baik Pemerintah Kabupaten Buleleng maupun Pemerintah Provinsi Bali, dan Pemerintah Pusat sejak tiga tahun lalu mulai memperhatikan nasib petani garam.
Demikian diungkapkan salah seorang petani garam di Desa Les, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, Bali, I Nyoman Madi, saat ditemui suluhnusa.com
Desa yang terletak di pesisir utara Pulau Bali ini, menyimpan banyak potensi pada wilayah lautnya. Selain penghasil ikan hias, juga penghasil garam, yang bahkan sudah dikirim ke Jepang, Australia, dan Amerika.
“Usaha ini adalah usaha turunan dari nenek moyang kami, entah sudah berapa puluh tahun. Sejak saya mulai lahir, saya sudah mendapati orang tua saya mengolah air laut itu, menjadi garam dan mampu menghidupi kami sampai saat ini “ ujar I Nyoman Madi.
Dia sangat bersyukur, setelah bertahun tahun petani garam seperti anak tiri yang kurang perhatian, pemerintah mulai melirik potensi usaha yang satu ini. Ini dibuktikan dengan adanya bantuan yang terus mengalir kepada Kelompok Petani Garam khususnya Tani Garam Tasik Segara I yang diketuainya. Di Desa Les sendiri ada dua kelompok Tani Garam, yaitu Tasik Segara I dan Tasik Segara II masing masing beranggotakan 10 orang.
Sentra penghasil garam di Kabupaten Buleleng berada di Wilayah Kecamatan Gerokgak khususnya Desa Pejarakan, terletak di bagian barat wilayah Kabupaten Buleleng, dan Kecamatan Tejakula yang terletak di bagian timur wilayah Kabupaten Buleleng.
Lebih jauh I Nyoman Madi mengungkapkan bantuan yang diberikan baik oleh Pemkab Buleleng, Pemprov Bali, maupun pusat, sangat membantu kegiatan usaha tani garam.
Para petani hanya mengolah dan mengerjakan lahan sedangkan semua biaya produksi dari lahan (tanah) seluas 40 are, alat berupa alat angkut, alat penjemur, alat untuk mengolah, mesin untuk memompa air laut sebanyak 10 buah dll, semua disediakan sebagai bantuan oleh pemerintah secara cuma cuma.
Produksi garam di wilayah Buleleng mencapai 100 ton / hektar pada tahun 2013 lalu. Bahkan di wilayah Kecamatan Tejakula, ada kelompok usaha garam rakyat yang telah bekerjasama dengan investor asing dan memproduksi garam dengan bentuk yang dibuat unik berupa piramida, dan satu satunya hanya ada di Buleleng dengan pangsa pasar luar negeri yaitu Jepang, Australia dan Amerika. Harga khusus untuk garam ini adalah berkisar 220.000 perkilo.
Pertengahan tahun 2013 saja pemerintah mengucurkan dana Bantuan Langsung Masyarakat sebesar 1,19 milyar dan tahun 2012 sebesar 1,16 milyar, melalui Dinas Kelautan dan Perikanan untuk peningkatan Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (PUGAR)
Harapan besar di pundak para petani garam agar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat pada umumnya. (widyastuti)






