Pasar Lelang Dilakukan Secara Online

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Proovinsi Bali sejak Juli, 2012 gencar melakukan revitaalisasi pasar lelang. Pasar lelang komoditi argo ini semakin menggeliat sejak setahun terakhir. Buktinya, tahun 2013, target pasar lelang dilakukan sebanyak enam kali. Dan pada pelaksanaan di Bulan September nanti akan ditandai dengan peluncuran pasar lelang secara online. Hebat, keberhasilan kinerja yang patut diberi apresiasi.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindang) Provinsi Bali, Ni Wayan Kusumawathi,SH,MSi, kepada iniberita.com, di ruangan kerjanya, Senin, 26 Agustus 2013, menjelaskan kegiatan pasar lelang ini dilakukan sudah sejak dahulu dan direvitalisasi tahun 2012 silam pada bulan Juli.

Hal ini dilakukan mengingat antusias pembeli dan penjual yang terus meningkat. Pasar lelang komoditi argo ini dilakukan untuk membantu pemasaran hasil-hasil pertanian secara keseluruhan, memperpendek mata rantai pemasaran, mempertemukan antara produsen dengan penjual dan konsumen serta membentuk harga sejak awal secara transparan jauh sebelum panen dilaksanakan atau sebelum musim tanam sehingga petani dapat merencanakan jenis tanaman yang diperlukan oleh pasar.

“Juga soal kepastian harga sehingga stabilitas harga dapat terjaga sepanjang tahun,” ungkap Kusumawanthi. Kadis yang akan pensiun pada Bulan Juli tahun 2014, ini lebih jauh menjelaskan banyak calon pembeli yang merasa nyaman. Kenyamanan pembeli dalam melakukan transaksi dengan pedagang inilah yang memacu semangat jajaran Disperindag untuk meningkatkan pelayanan yang maksimal.

Peningkatan pelayanan ini dilakukan untuk menjaga semangat para pedagang dan pembeli yang selama ini melakukan transaksi di pasar lelang. Kepercayaan dan kenyamanan ini disambut baik oleh Disperindag Provinsi Bali dengan meluncurkan website atau pasar lelang secara online.

“Kami meluncurkan website pasar lelang secara online ini agar calon pembeli bisa melihat sampel barang secara online sebelum melakukan transaksi,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Perdagangan Dalam Negeri, Ida Bagus Gede Anom, ditemui iniberita.com, secara terpisah diruangan kerjanya mengungkapkan pihaknya hanya memfasilitasi para penjual dan pembeli dalam melakukan transaksi.

Lebih jauh, Anom menjelaskan, peningkatan transaski di pasar lelang menembus angka milyaran rupiah. Sebagai contoh, pada pasar lelang bulan Juli 2013 lalu transaksi tertinggi menembus angka Rp. 24 milyar lebih.

“Komoditi yang paling diminati oleh para pembeli adalah sapi bali, kakao, kopi bali dan beberapa komoditi agro lainnya,” jelas Anom.

Soal kemamuan petani dalamm memasarkan komoditinya, demikian Anom, diserahkan kepada kemampuan produksi petani.
“Yang dibawa pada pasar lelang hanya sample barangnya saja. setelahh pembeli melihat kualitas barangnya dan melakukan penawaran dengan petani, baru melakukan transaksi kemudian. Tidak ada batasan waktu yang ditentukan termasuk intervensi harga juga dilakukan oleh pihak kami. Kami hanya sebatas mengawasi, dan melakukan pengawasan,” demikian Anom.

Untuk tahun 2013 ini, Disperindag berhasil menggelar paasar lelang sebanyak empak kali yakni April, Mei, Juni dan Juli dari enam target pasar lelang yang direncanakan. Pada Bulan September aka nada lagi pasar lelang sekaligus peluncuran website secara online juga akan digelar lagi pada bulan Oktober mendatang.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *