Revitalisasi Pasar Poh Gading Prioritas 2015

suluhnusa.com_ Karena Intruksi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tentang hemat anggaran hemat Anggaran.  

Rencana pemerintah Kota Denpasar untuk melakukan revitalisasi psar tradisional Poh Gading, dalam tahun 2014 mendapat penundaan. Penundaan ini disebabkan, karena ada surat edaran dari Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, terkait instruksi Presiden untuk hemat anggaran.

Surat Direktur Jenderal   Perdagangan Dalam Negeri, Kementrian Perindustrian dan Perdagangan yang ditujukan kepada Walikota Denpasar, menyebutkan rencana revitalisasi pasar Poha Gading tahun 2014 mengalami penundaan.

Alasannya, adanya Instruksi Presiden nnomor 4/2014 tentang langkah-langkah penghematan  dan pemotongan belanja kementrian/lembaga dalam rangka pelaksanaan APBN 2014.

Kepala Pasar Poh Gading Made Suparta, kepada suluhnusa.com, Senin, 4 Agustus 2014 mengungkapkan berdasarkan surat dari kementrian itu maka Revitalisasi pasar Poh Gading akan dilaksanakan pada tahun 2014.

Selain itu, demikian Suparta, waktunya sudah sangat mepet. Sebab, ditilik dari pencairan anggaran, sosialisasi sampai pada pengerjaan fisik bangunan pasar, tidak memungkinkan untuk dikerjakan dengan baik mengingat perhitungan jangka waktu kontrak kerja, terpotong liburan dan kegiatan nasional lainnya.

“Kami sempat ditawarin juga dari kementrian, mau diambil kerjaan revitalisasi fisiknya tahun 2014 dengan limit waktu yang sudah singkat atau menunda sampai tahun 2015. Dan pa wali bersama Pa Kadis Perindag Denpasar mempetimbangkan agar revitalisasi dilaksanakan 2015 mendatang,” ungkap Suparta.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Pedagangan Kota Denpasar, Wayan Gatra, dikonfirmasi terpisah membenarkan adanya penundaan program revitalisasi pasar Poh Gading.

Senada dengan Suparta, Gatra menjelaskan penundaan ini dilakukan karena adanya instruksi presiden untuk hemat anggaran sebesar hampir mencapai 50 %.

Akan tetapi pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Pusat, bahwa Program Revitalisasi pasar Tradisional Poh Gading akan menjadi prioritas APBN 2015.

“Saya dengan pa Wali sudah koordinasi ke pusat. Kita dapat program revitalisasi tahun 2015. Program ini Sudah masuk ke Bappenas bersama 26 Kab/Kota se Indonesia,” ungkap Gatra.

Diberitakan sebelumnya, Beberapa pasar tradisional Desa di Kota Denpasar direvitalisasi berdasarkan grand design dan jenis pasar. Sebut saja, Pasar Agung di Peguyangan direvitalisasi menjadi Pasar Percontohan Nasional.

Lalu ada Pasar Desa yang didesign menjadi pasar pariwisata yakni pasar Sindu. Dan pasar Nyanggelan direvitalisasi menjadi pasar terhigienis nasional.

Janji Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI, Muhammad Lutfi Pasar Poh Gading akan mendapapat program dengan APBN untuk revitalisasi pasar sebesar Rp. 3,5 Milyar dan akan dilanjutkan pada APBNP 2014 dan APBN 2015.

Janji ini disampaikan Lutfi saat peresmian pasar Nyanggelan, Maret 2014 lalu. Akan tetapi, kegiatan revitalisasi pasar ini ditundah dan menjadi pioritas pada APBN 2015. (sandrowangak)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *