Pasar Poh Gading Akan Jadi Pasar Go Green

suluhnusa.com_Beberapa pasar tradisional Desa di Kota Denpasar direvitalisasi berdasarkan grand design dan jenis pasar. Sebut saja, Pasar Agung di Peguyangan direvitalisasi menjadi Pasar Percontohan Nasional.

Lalu ada Pasar Desa yang didesign menjadi pasar pariwisata yakni pasar Sindu. Dan pasar Nyanggelan yang baru selesai di revitalisasi menjadi pasar terhidienis nasional.

Nah, 2014 seperti janji Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI, Muhammad Lutfi Pasar Poh Gading akan mendapapat program dengan APBN untuk revitalisasi pasar sebesar Rp. 3,5 Milyar.

Revitalisasi ini akan dilakukan dalam tahun anggaran 2014 dengan total anggaran 3,5 milyar untuk tahap pertama. Sementara sisa anggaran akan menyusul pada perubahanAPBNP atau pada anggaran tahun APBN 2015.

Kepala Pasar Poh Gading, Made Suparta, kepada suluhnusa.com di ruangan kerjanya, sepekan lalu mengungkapkan, untuk tahap pertama pasar Poh Gading mendapatkan dana sebesar 3,5 Milyar sementara sisanya akan dialokasikan dalam APBNP atau pada APBN 2015.

Menurut Suparta, rencana revitalisasi pasar ini Poh Gading akan menjadi pasar Go Green.

Sementara itu, dengan dana sebesar Rp. 3,5 Milyar itu direncanakan akan membangun sebanyak 139 los pasar dengan luar 20 are dari luas 80 are yang direncanakan.

Terkait akrivitas pedagang saat program revitalisasi fisik pasar Poh Gading dilaksanakan, Pedagang akan direlokasi di wantilan Pasar Poh Gading berikut sosialisasi dengan menggunakan dana APBD II Kota Denpasar 2014.

Diberitakan sebelumnya, menjawab pertanyaan suluhnusa.com saat diwawancari wartawan, Lutfi merendah bahwa apa yang saat ini dilakukan oleh pemerintah pusat dalam rangka revitalisasi pasar, berkat perjuangan Nyoman Dhamantra, Anggota DPR RI, PDIP dari Bali, Walikota Denpasar dan Forum Pasar Tradisional.

 “Jangan bilang terimakasih kepada saya. Tetapi ucaplah terimakasih kepada pa Walikota Denpasar, bli Nyoman Dhamantra dan Forum Pasar Tradisional karena mereka tidak lelah berjuang dan kreatif dalam mengelolah pasar tradisional. Kami pemerintah Pusat memiliki kewajiban untuk mengapresiasi perjuangan mereka dengan menyusun anggaran di APBN,” kata Lutfi.

Lutfi menjelaskan, tiga tahun terakhir dana APBN untuk revitalisasi Pasar Tradisional seluruh Indonesia mencapai 2,7 triliun. Untuk tahun 2014, mencapai 1,9 triliun untuk revitalisasi banyak pasar tradisional di Indonesia, salah satunya Pasar Poh Gading mendapat jatah Rp. 3, 5 miliar. (sandrowangak)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *