Kades Air Mancur Lempar Lambang Garuda

suluhnusa.com_ Karena kecewa dengan protes warga.

Ada kejadian heboh, Seorang kepala desa di Alor berani melempar Lambang NKRI, Garuda.

Adalah kepala Desa Air Mancur, di Kabupaten Alor, Petrus Julius Farera. dia nekat mlempar lambing garuda dari dadanya. Aksi ini dilakukan 12 mei 2015 lalu.

Perbuatan ini, dilakukan Farera sebagai bentuk ketidaksetujuan dirinya atas protes warga terhadap dirinya saat melantik beberapa aparat di desa setempat.

Kejadian yang terjadi di kantor desa air mancur ketika, mau pelantikan aparatur desa yakni Kaur, Dusun, RT/RW, namun warga meminta tunda pelantikan ketiga nama calon kaur desa, karena diantaranya dua kaur lama kembali menduduki posisinya sebagai kaur.

Alasan warga tidak menyetujui pelantikan karena beberapa oknum kaur belum melaporksan pertanggungjawaban ADD tahun 2014.

Protes warga ini diikuti permintaan agar kepala desa memberikan penjelasan tapi tidak ada jawaban. Oknum kepala desa tersebut marah. Dan langsung mencabut lambang garuda yang berada di dadanya dan dilempar ke arah masyarakat.

“Kamu saja yang jadi kepala desa,” ungkap Farera saat itu.

Asri Plaituka salah satu warga Air Mancur, kepada suluhnusa.com, 13 Agustus 2015, saat itu dirinya mengajukan pertanyaan sekaligus meminta agar pelantikan aparat desa saat itu dibatalkan sampai ada kejelasan terkait pertanggungjawaban ADD.

Menurut Plaituka, terkait pemilihan calon perangkat desa harus melalui musyawara tetapi diketahui tiga orang para calon Kaur Desa Air Mancur dinyatakan tidak memenuhi persyaratan dan aturan-aturan desa yang berlaku, untuk itu ia meminta agar BPD dan Kepala Desa bisa menjelaskan kepada masyarakat, kenapa pemilikan 3 calon kaur ini tidak ada sama sekali melibatkan masyarakat melalui musyawara, rupanya dilakukan secara internal oleh kepala desa dalam waktu satu hari.

Lanjut Plaituka mewakili semua masyarakat desa setempat menyatakan 3 orang calon kaur hendak dilantik itu dibatalkan yakni Yusuf Maure, Kondrat Karipalai, Hana Mauko. Diketahui Yusuf maure dan Kondrat Karipalai, diduga memiliki masalah temuan penggunaan dana ADD.

Sebelum berita ini diturunkan suluhnusa.com telah menghubungi kades bersangkutan dan juga Camat Alor Timur Laut, tetapi tidak menjawab.(iwankamalaeng).

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *