suluhnusa.com_ Tetapi Saat ini sudah menjelma menjadi surga dari Timur Matahari. Itulah Alor. Gelar Expo, Alor makin tersohor
Alor bukan sekedar negeri seribu moko. Alor juga bukan sekedar tanah nusa kenari. Tetapi Saat ini sudah menjelma menjadi surga dari Timur Matahari.
Jelmaan Alor menjadi Surga dari Timur Matahari terbaca dalam Alor Karnaval dan Expo Alor. Memang karnaval baru dua kali dilaksanakan dan Expo Alor baru delapan kali diselenggarakan. Walau secara kuantitas masih dibilang sedikit, tapi dampaknya luar biasa.
Dunia mengenal Alor. Dunia mulai melirik Alor sebagai sebuah destinasi yang layak untuk dikunjungi. Dunia seakan menemukan Surga di Timur Matahari. Alor memukau dunia.

Karena itu Bupati Alor, Amon Djobo selalu mengajak semua npemangku kepentingan di bidang Pariwisata untuk bahu membahu membangun dan mengembangkan pembangunan di sector pariwisata.
Tahun 2015 Kegiatan Alor Karnaval II dan Expo Alor ke IX sudah digelar. Kegiatan ini untuk menunjukkan kepada dunia perjalanan hidup daerah ini dari tahun ke tahun.
“Kedua event inilah yang merwarnai perjalanan hidup daerah ini. Disinilah orang yang datang akan mengetahu dengan pasti denyut nandi pembaungan dunia kepariwisataan di daerah ini,” katanya.
Bupati Alor, Amon Djobo mengatakan, mata dunia melihat Kabupaten Alor sebagai Surga di Timur Matahari. Hal ini sangat tepat, karena daerah ini memiliki potensi pariwisata yang tidak tidak ada duanya di dunia ini.
“Alor sering dikenal sebagai Kabupaten Kenari atau Kabupaten Seribu Moko. Namun julukan terakhir yang menghebokan adalah Alor sebagai Surga Matahari di Timur. Ini membuktikan bahwa di kabupaten kepulauan terdapat begitu banyak daya tarik yang terus menggugah banyak orang terutama dari dunia internasional untuk datang ke daerah ini,” ungkap Djobo, kepada suluhnusa.com, ketika ditemui di Kupang, 13 Agustus 2015.
Djobo mengatakan, potensi yang ada di daerah ini harus dikelola secara nyata, dan yang harus melakukan hal ini adalah orang Alor sendiri.
Sementara itu, Kepala Biro Perencanaan pada Kementerian Desa, Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi, Syamsul Widodo mewakili Menteri mengakui, dia sudah datang ke Alor selama enam tahun berturut-turut dan dia menyaksikan langsung geliat pembangunan di daerah ini.
Diakuinya, kementerian ini masih berhutang kepada pemerintah Kabupaten Alor untuk ikut membiayai kegiatan seakbar ini. Karna itu tahun depan, kementerian akan menggelontorkan dana untuk mendukung kegiatan Alor Karnaval III dan Expo Alor ke X tahun 2016 mendatang. Anggap saja ini sebagai utang negra terhadap Alor. (iwankamaleng/sandrowangak)
