Untuk Mengenal Anak, Bappeda Alor Buka Kelas Parenting

suluhnusa.com_United Children Fund (UNICEF) dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Alor menggelar pelatihan kelas parenting bagi para Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), Para kader Posyandu dan Bidan Desa.
 
Pelatihan tersebut dilaksanakan di Hotel Nurfitra Beldang Kadelang Kalabahi, Kabupaten Alor, kegiatan ini berlangsung selama tiga hari sejak Senin, 17 Februari 2014. Dalam pelatihan parenting bagi para calon pelatih ini, pihak penyelenggara dalam hal ini Bappeda Kabupaten Alor menggandeng Plan International Indonesia.
 
Pemerintah Kabupaten Alor Menilai lembaga ini telah sukses menyelenggarakan kegiatan parenting di sejumlah kabupaten di Propinsi Nusa Tenggara Timur. Pihak Plan Indonesia yang hadir memberikan pelatihan terdiri dari Semuel Apsalom Niap, Silvester Nusa, Maria Dolorosa Kelen, Fransiskus Riberu, Mery Ladapase. Para fasilitator Plan ini berasal dari Plan Indonesia Kupang, Plan Indonesia Kefamenanu, Plan Indonesia Program Unit Sikka dan Plan Indonesia Program Unit Lembata.
 
Kegiatan training ini dibuka langsung oleh Kepala Bidang Sosial Budaya (Kabid Sosbud Bappeda Kabupaten Alor, Anderias Blegur, SH, M.Si. Di hadapan para peserta training, Ande Blegur, mengatakan, pelatihan parenting atau kelas pengasuhan anak ini dilaksanakan sebagai salah satu bentuk pemberdayaan orang tua. Orang tua merupakan orang yang terdekat dengan anak yang punya pengaruh besar atas keberhasilan anak usia dini.
 
Blegur Kepada  suluhnusa.com, di sela-sela kegiatan pada Selasa 18 Vebruari 2014di Beldang mengatakan, pemberdayaan orang tua terkait bagaimana usaha orang tua dalam membantu anak di masa pertumbuhan dan perkembangan anak agar anak sejahtera dari aspek kesehatan, perkembangan dan pembelajaran, perlindungan dan partisipasi. “Agar anak sehat serta pertumbuhan dan perkembangan sesuai usia maka setiap orang tua perlu memahami perannya sebagai pengasuh utama,” jelas Blegur.
 
Blegur menambahkan kegiatan sosialisai ini bekerjasama dengan tujuh belas kecamatan di kabupaten alor dalam rangka pendidikan PAUD, sekaligus menyampaikan Vissi Missi Bupati Alor dan Wakil Bupati Alor terpilih dalam Program Kemah Mandiri 2014-2019”, yang di cantumkan empat pilar yaitu pencetusan struktur ekonomi ,Pemantapan Kapasitas Sumber daya manusia, Optimalisasi Pembangunan Infrastruktur, Pemantapan Pengembangan Pemerintah dan Masyarakat.
 
Lanjuntnya, Khusus PAUD Holistik didasarkan pada misi-misi mewujudkan sumber daya manusia yang sehat, kreatif, cerdas, berakal mulia dan tanggap terhadap teknologi, namun secara khusus kebijakan di bidang pendidikan dilakukan dengan pengembangan penguatan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) meliputi tiga indikator yakni tersediakan fasilitas anak, bangunan gedung ruang belajar yang reprentatif dan meningkatkan jumlah tenaga pendidik yang memiliki kompetensi mengajar PAUD.
 
Kegiatan Pengayaan Tim Fasilitator Kabupaten Alor dan Rapat Koordinasi Pelatihan Kelas Pengasuhan Anak, akan dilakukan kerjasama dengan pihak posyandu,PKK dan pengajar PAUD tujuh belas kecamatan untuk bekerjasama menjalankan program tersebut yang akan dilakukan Bapeda Alor dalam waktu dekat ini meliputi beberapa dinas terkait antara lain Bapeda,Dinas Pendidikan, BPMPD, Dinas Kesehatan, Catatan Sipil, BKKBN, ADP/WVI, semua stakeholdr terlibat untuk mendukung anak sejak dini menuju tingkat sekolah dasar.
 
Menurut dia, salah satu strategi pengembangan anak usia dini adalah dengan pemberdayaan orang tua melalui parenting program yang meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan aksi orangtua guna mempromosikan praktek-praktek pengasuhan, perkembangan dan perlindungan anak usia 0-6 tahun. Kegiatan yang dilakukan dengan membuka kelas-kelas Pengasuhan anak bagi orang tua di lakukan di tingkat posyandu, dengan memperkuat kapasitas kader posyandu sebagai fasilitator dan co fas KPA.
.
Terkait dengan kegiatan ini, ungkap Blegur Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Alor akan berupaya untuk bekerja sama dengan Plan International Indonesia untuk secara bersama-sama untuk menjalankan program ini agar mengatasi angka putus sekolah mulai dari SD, SMP, SMA/MA dan SMK yang ada  di wilayah Kabupaten Alor.
 
Dipertegas Blegur, Program ini benar-benar salah satu program  Bupati dan Wakil bupati Alor terpilih yakni Bupati Alor Drs. Amon Djobo dan Wakil Bupati Alor, Imran Duru S,Pd. Kegiatan ini tidak akan putus hari ini tapi kegiatan ini akan melibatkan semua komponen dan kita sudah punya rencana akan melibatkan semua kader posyandu yang ada di 17 kecamatan di wilayah Kabupaten Alor. (iwan kamaleng)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *