SULUH NUSA, ADONARA – Seluruh Ketua Rukun Tetangga (RT) di Desa Boleng, Kecamatan Ile Boleng, Kabupaten Flores Timur, Provinsi NTT, diisi oleh perempuan. Sebanyak 12 orang perempuan memegang jabatan sebagai Ketua RT di desa itu.
Alasan sederhana Kepala Desa Boleng memberi tanggungjawab Ketua RT kepada perempuan karena dinilai lebih tertib dan teliti dalam mengelolah data secara obyektif.
Hal ini dibenarkan oleh Kepala Desa Boleng, Anshari Mahmud, S. Sos, I, M.Si kepada SuluhNusa.Com, 24 Agustus 2023 melalui telepon.
Anshari mengungkapkan sejak dirinya menjabat, ia langsung mengangkat Perempuan memegang jabatan Ketua Rukun Tetangga di desanya sebagai bagian dari peningkatan kapasitas perempuan dan meningkatkan keterlibatan perempuan dalam mengambil keputusan keputusan penting dalam desa.
“Bukan karena perempuan lebih patuh tetapi alasannya karena perempuan memiliki karakter lebih tertib dan teliti dalam mengelolah data. Data yang valid dan obyektif berasal dari RT. Maka saya perkuat data dari RT dengan mengangkat perempuan menjadi Ketua RT”, ungkap Anshari.
Dari 12 rukun tetangga yang tersebar di tiga dusun di desa Boleng hampir semua ketua RT nya perempuan.
Ia mengungkapkan peran kaum perempuan di desanya tidak hanya sebagai obyek tetapi berperan sebagai pelaku dan mengawal pembangunan dari tingkat rukun tetangga.
“Termasuk dalam setiap keputusan selalu melibatkan perempuan”, tutut Kepala Desa yang mampu menguasai 7 bahasa Asing.
Alumni Lemhanas ini, mengungkapkan membangun perpektif perempuan dengan menempatkan mereka pada posisi strategis di desa menjadi kebutuhan wajib dalam meningkatkan pembangunan di desa.
Kepala desa yang berijasah magister ini mengungkapkan kepemimpinan perempuan dapat berkontribusi dalam pembangunan desa, kemudian meningkatkan kualitas kepemimpinan perempuan perdesaan yang memiliki kesadaran kritis dan komitmen untuk mendorong pembangunan desa yang berspektif gender dan meningkatkan peran serta partisipasi perempuan dalam pembangunan di desa.
Lebih jauh Anshari mengatakan sejalan dengan mandat dari Presiden RI Joko Widodo diatur dalam Perpres No.4 tahun 2020, bahwa diperintahkan membuat perumusan, kebijakan pemberdayaan perempuan.
Ketua PKK Desa Boleng, Nurhayati Kasman, mendukung langkah Kepala Desa ini. Nurhayati mebgungkapkan kepemimpinan perempuan perdesaan penting dilakukan karena bertujuan memastikan perempuan pemimpin yang akan menjadi penggerak pembangunan desa yang memiliki perspektif gender.
Ia menilai problem pembangunan Indonesia saat ini masih dibayangi angka ketimpangan termasuk ketimpangan berbasis gender.
“Saya mendukung dan berharap perempuan Desa Boleng dapat mengoptimalkan penggerakan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak yang berkualias. Hal penting yang lain, kata dia, dapat meningkatkan kesejahteraan perempuan dan anak serta mengatasi permasalahan perempuan dan anak”, ungkap Nurhayati.
Dan PKK mendorong keadilan dan kesetaraan gender, mendorong keadilan keterlibatan dan peran perempuan dalam ranah pengambil kebijakan di areal publik melalui peningkatan kapasitas perempuan.
“Dan saya sedang melakukan revitalisasi pengurus PKK dengan membentuk dasa wisma di tingkat Rukun tetangga”, tegas Nurhayati.
Untuk diketahui data tahun 2023 Jumlah rumah sebanyak 261 rumah. Per Maret 2023 Jumlah perempuan 615 jiwa, Jumlah jiwa laki-laki 603 jiwa, Jumlah KK 323 KK, Jumlah RT 12 RT, Jumlah RW 6 RW, Jumlah total jumlah penduduk Desa Boleng sebanyak 1.218 jiwa tersebar di 3 Dusun. +++sandrowangak
