Oringbelle Butuh Listrik, Air dan Jalan

suluhnusa.com_Warga Oring bele Gunung, tepatnya di lereng Gunung Boleng, Dusun Lewoblolon Desa Tuwagoetobi Kecamatan Witihama Kabupaten Flores Timur saat ini sangat membutuhkan perbaikan jalan, untuk memudahkan transportasi warga dan juga untuk membawa hasil – hasil komoditinya ke Pasar.

Dari ruas jalan utama dusun Lewoblolon, warga Oringbele menempuh perjalanan kurang lebih 4 kilometer untuk sampai ke kampungnya. Sebelum tahun 2014, ruas jalan ini hanyalah jalan setapak. Baru dibuka bulan Juli tahun 2014 lalu, dengan menggunakan alat berat (dozer) yang dibiayai dari dana pemerintah Desa Tuwagoetobi.

Walau sudah dibuka sejak tahun yang lalu, namun tidak mengalami peningkatan perbaikan hingga saat ini. sehingga saat datang hujan jalur jalan ini sangat sulit untuk dilewati oleh warga apalagi menggunakan kendaraan roda dua. Saat ini banyak batu kerikil ada disepanjang jalan. Di pinggir kiri dan kanan jalan sudah ditumbuhi rumput yang tinggi

Oringbele Gunung  masuk pada wilayah RT 16 Dusun Lewobelolon, Desa Tuwagoetobi. Jumlah penduduk di Oringbele sekitar 200 orang.

Dengan mata pencaharian utama adalah bercocok tanam, dengan pekerjaan tambahan lain berburu, dan beternak. Di tempat ini terdapat sebuah Sekolah Dasar (SD) Negeri yang sudah beroperasi sekitar empat tahun yang lalu. Wilayah ini, termasuk daerah terpencil yang boleh dikatakan bahwa selama ini terlupakan. Karena selain jalan rusak, warga ditempat inipun tidak menikmati Penerangan Listrik Negara (PLN), dan juga kesulitan air bersih.

Aleksander Muli Boli guru SDN Oringbele Gunung  yang setiap hari melewati jalan ini dengan sepeda motornya ditemui awal Juni 2015 mengharapkan pemerintah bisa memberikan sumbangan untuk semenisasi jalan ini sehingga bisa memperlancar trasportasi.

“Dengan melewati jalan seperti ini setiap hari membuat badan saya terasa sakit dan selalu saja terjadi kerusakan pada sepeda motor saya,” ungkap guru honor yang sudah hampir 2 tahun mengajar di SDN tersebut.

Ama Lamen Babe, tokoh adat Oringbele Gunung mengatakan, Semenisasi jalan, menjadi dambaan semua warga Oringbele Gunung. “Jika jalan besar ini sudah disemenisasi maka, warga tidak setengah mati lagi memikul hasil pertaniannya untuk dijual di pasar. Dengan begitu biaya transportasi untuk mengangkutnya semakin murah dan cepat. Karena selama ini kami hanya mengandalkan sepeda motor ojek untuk mengangkut hasil dan mereka biasa meminta tarif yang tinggi.”

Harapan warga untuk semenisasi jalan ini patut mendapat perhatian dari semua pihak yang sempat membaca tulisan ini. Jika jalan yang sudah dibuka ini tidak disemenisasi maka lama kelamaan akan menjadi jalan setapak yang berlubang karena isi tanahnya terus terbawa banjir di musim hujan. Warga siap mengerjakan jalan ini secara gotong royong dan sukarela sekiranya ada bantuan dari pihak luar.

( Stanis Lamapaha, Warga Desa Tuwagoetobi, No. HP: 085 238 342 686)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *