suluhnusa.com_ Bola Dangdut Meriahkan Hut Ri Ke 70, ala ibu PKK Waibao
Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekan Republik Indonesia (RI) ke 70 ibu-ibu dari tim penggerak PKK Desa Waibao Kecamatan Tanjung Bunga Kabupaten Flores Timur melaksanakan beberapa kegiatan.
Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya untuk menumbuhkan nilai-nilai solidaritas diantara ibu PKK dan membangkitkan semangat baru untuk membangun Lewotanah dan mau menunjukan bahwa ibu-ibu juga bisa berkreatif dalam menyelenggarakan kegiatan .
Pertandingan bola dangdut antar dusun yang melibatkan para ibu-ibu PKK ini ramai ditonton oleh masyarakat. Anak-anak, orang dewasa berbondong-bondong ke lapangan Luro Burak Riangpuho untuk menyaksikan pertandingan bola dangdut ini. Sesuai dengan namanya pertandingan ini membutuhkan musik yang telah disiapkan oleh panitia sebagai suguhan yang menarik atau pengantar dalam permainan.
Disaat lagu dibunyikan, semua pemain berhenti dari aktivitas berlari atau menendang bola dan langsung bergoyang ria sesuai dengan gayanya masing-masing. Ada yang bergoyang sambil mengelilingi bola dan ada juga bergoyang berpasangan dengan lawan mainnya.
Tampak ibu-ibu begitu semangat dan menikmati permainan walau kadang tendangannya meleset jauh dan ada pula yang jatuh tersungkur karena ketidakseimbangan dalam berlari namun itu tak dihiraukan.
Bangun dan terus berlari.suara riuh renyah dari penonton memadati pinggir lapangan sebagai senjata pelecut semangat ibu-ibu bak anak panah lepas dari busur.
Fenomena ibu-ibu atau wanita terlibat dalam permainan sepak bola tingkat Flores Timur gaungnya belum terdengar apalagi di Desa-desa. dulu permainan bola kaki yang melibatkan wanita dianggap sebagai hal yang tabuh atau pemali dan tidak etis. jarang wanita terlibat dalam sepak bola.
Kalaupun terlibat maka selalu mendapat ocehan kritikan tajam entah dari laki-laki atau sesama wanita bahkan bisa terjadi keributan yang hebat dalam rumah tanggah apalagi bermain bola sambil bergoyang.
Hal ini juga diakui oleh ibu Theresia Nitit yang juga kapten tim dari dusun satu. lanjutnya untuk di Desa Waibao sendiri permainan bola dangdut atau bola ria yang diikuti oleh ibu-ibu sudah berlangsung setiap tahun disaat memperingati HUT kemerdekaan Republik Indonesia kurang lebih empat tahun lalu. Umumnya suami sudah agak mengerti tentang pertandingan bola yang diikuti oleh ibu-ibu namun belum semuanya.
Sekretaris panitia pelaksanaan ini juga menambahkan kegiatan memperingati HUT kemerdekaan RI tahun ini lebih meriah karena selain pertandingan bola ria yang diikuti ibu-ibu ada juga rangkaian kegiatan lainnya seperti permainan bola voli, lombah masak tumpen tradisonal, lombah gerak jalan, paduan suara, cepat tangkas,cepat tepat dan lombah posyandu.

Pertandingan dan perlombaan ini dilakukan antar dusun dalam Desa Waibao. Semua rangkaian kegiatan berakhir sampai dengan tanggal 17 Agustus 2015 dan berpusat di Lapangan Luro Burak Riangpuho.
“Jadi kami berharap mudah-mudahan ibu-ibu yang belum terlibat dalam kegiatan ini tahun depan bisa bergabung dan jangan pernah ada kata malu. Kita perempuan juga bisa,” ungkapnya penuh semangat.
Petrus Koten warga masyarakat Desa waibao ketika diminta pendapatnya tentang pertandingan sepak bola dangdut yang diikuti oleh ibu-ibu dari PKK dari Desa Waibao ini menyatakan sangat senang dan seru.
Walaupun passing dan penyelesaian terakhir yang kurang mantap tetapi mereka punya semangat yang luar biasa.
“Kita beri apresiasi setingginya. tidak ada tanda-tanda kekacauan yang ditunjukan oleh mereka. semoga pertandingan ini menjadi bekal yang bagus untuk Lewotanah dalam membangun kebersamaan di Desa Waibao terkhusus ibu PKK dan berharap tahun depan bisa di selenggarakan kembali,” Ia berharap.***
Tobias T. Ruron Guru
warga masyarakat Desa Waibao
Anggota Agupena Flotim
Nomor Hp: 0821 4772 8085
