Luapan Banjir Lumpur Gunung Api  Ili Lewotolok, Robohkan Rumah Theresia Tulit

SULUH NUSA, LEMBATA –  Luapan banjir lumpur besrta kiriman material erupsi Gunung Api Ili Lewotolok, 16 November 2021 malam, tidak hanya membuat warga resah tetapi juga mengakibatkan rumah warga roboh. Sayangnya, sampai 17 November 2021 belum ada tindakan apa apa dari Pemerintah Kabupaten Lembata, melalui BPBD Lembata.

Banjir lumpur menggenangi puluhan rumah warga di Desa Laranwutun, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, NTT, setinggi 20 cm. Aliran banjir akibat hujan lebat di Puncak Ili Lewotolok dan sekitarnya mengakibatkan embung resapan air tidak mampu menampung lumpur dan material erupsi Gunung Api Ili Lewotolok. Aliran kali yang meluap tersebut berada di sebelah timur tidak jauh dari Kantor PVMBG Gunung Ili Lewotolok di Desa Laranwutun.

Menurut Apol Making, Kepala Desa terpilih Laranwutun, menjelaskan pihaknya bersama warga sejak banjir pertama datang mereka memantau sampai ke kali di sebelah utara desa setempat sekaligus menjebaol beberapa tanggul agar Banjir tidak meluap ke mana mana dan masuk ke rumah warga.

Usaha Apol bersama Kepala Dusun I dibantu beberapa warga berhasil menyelamatkan ratusan rumah dan Banjir meluap masuk ke 10 rumah di Dusun I Desa Laranwutun.

Lebih jauh Apol menjelaskan, dirinya bersama warga berhasil memindakan puluhan ekor ternak sapid an kambing sehingga tidak ada yang menjadi korban.

“Kami bersama warga berhasil memindahkan beberapa ekor sapid dan puluhan ekor kambing milik warga. Sehingga tidak ada yang menjadi korban,” jelas Apol.

Sisa genangan banjir lumpur di Desa Laranwutun (IST)

Apol mengatakan sampai tanggal 17 November 2021 pagi, banjir lumpur sudah mongering dan mengakibatkan satu rumah milik Theresia Tulit roboh di Dusun I, RT. 004, Desa Laranwutun. Sementara rumah lain hanya digenangi lumpur.

Sementara itu, diberitakan sebelumnya,  selasa,16 November 2021, hujan terus mengguyur sejak siang hari sampai malam. Laporan PVMBG Ili Lewotolok, getaran Banjir terekam di Seismograf dengan Amplitudo 0.5-1 Dominan 1 mm, dari pukul 15:35-16:00 wita, 16:20-16:45 wita. Curah hujan terhitung dari Pkl. 12.00 wita sampai malam hari 30.6 mm.

“Tetap waspada dan selalu tingkatkan kesiapsiagaan terhadap ancaman banjir lahar hujan terutama hindari daerah aliran yg berhulu pada puncak gunung,” ungkap Stanis Arakian, Kepala PVMBG gunung Api Ili Lewotolok.+++sandrowangak

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *