Suluh Nusa, Lembata – Pesta Kacang untuk komunitas adat Lewuhala, di Kabupaten Lembata sudah dimulai. Berdasarkan fase terbitnya bulan, maka suku Pureklolon yang kerap disebut atamukin yang diberi tugas membaca penanggalan berdasarkan fase bulan melakukan tahapan sewe nuku-menggantung anyaman lontar (nuku), di tiang altar atau koke Pureklolon. Dan tahun 2021, fase bulan muda jatuh pada tanggal 15 September 2021. Tahapan sewe nuku ini sebagai bentuk pengumuman kepada semua suku di Lewohala yang berjumlah 70 an suku dan masyarakatnya tersebar di kecamatan Ile Ape, Ile Ape Timur, Nubatukan, Hadakewa, Adonara dan Adonara Timur melakukan persiapan untuk merayakan pesta ritual bersama para leluhur selama empatbelas hari.
Tahapan berikut, empat hari usai ritual sewe nuku adalah, tahapan Lega Kenaka. Sewe Nuku sebagai tahapan pertama dan Lega Kenaka sebagai tahapan kedua. Tahapan ini melibatkan suku suku yang merayakan perjamuan di atas koke pureklolon. Sulung dalam suku bersama beberapa tua adat dan utusan gadis dari suku masing masing naik ke atas korke dan menyebutkan nama semua anak gadis baik yang masih bayi sampai yang sudah tua dan belum menikah ditandai dengan memberikan satu buah belahan pinang, satu buah siri utuh dan satu daun siri utuh. Lega Kenaka ini juga dilakukan di Koke Lewalang yang melibatkan Suku Lewalang, Langoday dan Lamablolu.
Ibu sebagai sulung dalam suku mengambil symbol symbol tersebut sembari menyebutkan nama anak gadis dalam suku selanjutnya diberikan dan dipangku oleh ibu ibu suku Gesimaking.
Suku suku yang terlibat dalam ritual Mendaftar Perawan di Altar Para Leluhur Atau dalam Bahasa disebut lega kenaka ini adalah Pureklolon Sili Ola, Pureklolon Keluli Pure, Pureklolon Kolo Bolo, Balawangak Lewo Lawi, Balawangak Suban Bala, Lamatapo Muna Deo, Lamatapo Nama Wutu, Tedemaking Kerua Sili Lolo, Tedemaking Resi Emi Ama, Tedemaking Butadani, Tedemaking Masam Bali, Tedemaking Watu Kemote, Lebahi Uhur, Lebahi Kia Woi, Atanila Wore, Bekayo, Lamakedanga, Langotukan Payo Nureng, Langotukan Kebesa Serang.
Dan tahun 2021, ritual Mendaftar Perawan di Altar Para Leluhur atau lega kenaka jatuh pada tanggal 19 September 2021 dan selanjutnya tanggal 20 September 2021, semua peserta melakukan napak tilas perjalanan leluhur orang Lewuhala dari Seram Goran (Pulau Maluku) bertemu dengan pembesar atakabelen yakni Suku Halimaking Sili Kepala sembari memberi sesajian kepada nuba atau tempat persinggahan para leluhur zaman dahulu di tujuh tempat dari lereng gunung Ile Ape sampai ke pantai Desa Jontona dan kembali lagi Kampung Adat Lewuhala di Lereng Gunung Ile Ape. Tahapan tuka kiwa lua wata – napak tilas ini akan disuguhkan pada video berikutnya.
Oktavianus Bali Adonara Melaporkan Untuk Suluh Nusa-Weeklyline Media Network
