Harga Diri Dipertaruhkan, Budi Artha FC Bertabur Bintang, Gaza Moru FC Angkat Trofi

Gaza Moru datang dari wilayah yang selama ini diasosiasikan sebagai tim dari kawasan pinggiran.

KALABAHI — Gaza Moru akhirnya menuntaskan misi besar mereka. Tim asal Moru, ibu kota Kecamatan Alor Barat Daya, secara dramatis menaklukkan tuan rumah Budi Artha Mandiri dengan skor tipis 1-0 dalam partai final Open Turnamen KSP Budi Artha Mandiri Cup 2026 di GOR Batunirwala, Kalabahi.

Gol tunggal yang mengantarkan Gaza Moru menjadi kampiun tercipta pada menit-menit akhir babak kedua melalui eksekusi penalti kapten tim, Hasan Irzad.

Kemenangan tersebut terasa lebih istimewa karena Gaza Moru harus mengangkat trofi di hadapan ribuan suporter yang memadati GOR Batunirwala dan mendukung tim tuan rumah.

Bagi kedua kesebelasan, pertandingan final ini bukan sekadar pertarungan selama 90 menit untuk memperebutkan trofi bertabur emas dan hadiah uang tunai Rp50 juta.

Final BAM Cup 2026 menjadi pertaruhan harga diri, gengsi, dan supremasi sepak bola antarkawasan di Kabupaten Alor.

Gaza Moru datang dari wilayah yang selama ini diasosiasikan sebagai tim dari kawasan pinggiran. Namun, mereka membawa tekad besar: membawa pulang trofi bergengsi tersebut dari pusat Kota Kalabahi menuju Moru.

Sementara Budi Artha Mandiri tampil sebagai representasi tim tuan rumah dengan kekuatan yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

Skuad Budi Artha Mandiri dihuni sejumlah pemain berpengalaman dan bertabur bintang. Nama Andre Pering, yang pernah memperkuat Persap, menjadi salah satu kekuatan di lini belakang. Mereka juga mendatangkan sejumlah pemain dari Kota Kupang, Lembata hingga Flores Timur.

Sejumlah pemain tersebut bahkan memiliki pengalaman memperkuat daerah masing-masing dalam ajang El Tari Memorial Cup.

Dengan komposisi tersebut, Budi Artha Mandiri datang ke final bukan hanya dengan status tuan rumah, tetapi juga membawa ekspektasi besar untuk mengangkat trofi di hadapan publik sendiri.

Namun, sepak bola kembali menunjukkan bahwa nama besar dan status tuan rumah tidak otomatis menjamin kemenangan.

Partai final berlangsung ketat. Kedua tim saling berusaha mencari celah, tetapi hingga memasuki penghujung pertandingan, papan skor masih menunjukkan angka 0-0.

Ketegangan akhirnya pecah ketika pemain sayap kanan Gaza Moru bernomor punggung 9, Abiu, dijatuhkan melalui tekel keras pemain bertahan Budi Artha Mandiri di dalam area terlarang.

Wasit utama, Ical Sailana, menunjuk titik putih.

Tekanan berada di pundak Hasan Irzad.
Sang kapten Gaza Moru maju sebagai algojo.
Dengan tenang, Hasan mengeksekusi tendangan penalti dan mengubahnya menjadi gol.Gaza Moru unggul 1-0 menampak papan skor berubah pada waktu pertandingan tinggal tersisa beberapa menit.

Bagi Gaza Moru, satu gol tersebut menjadi pintu menuju sejarah.

Bagi Budi Artha Mandiri, gol itu menjadi alarm terakhir untuk menyelamatkan pesta di kandang sendiri.

Budi Artha FC terus mengejar ketinggalan, Gaza Moru FC tetap bertahan mati-matian.Tertinggal satu gol, Budi Artha Mandiri langsung meningkatkan tekanan.

Sejumlah peluang berhasil diciptakan. Maxi Marokang dan Adi Pesso beberapa kali mencoba membongkar pertahanan Gaza Moru.

Namun, rapatnya barisan pertahanan Gaza Moru membuat berbagai upaya tersebut tidak berbuah gol.

Budi Artha FC terus menekan hingga detik-detik terakhir. Akan tetapi, Gaza Moru mampu mempertahankan keunggulan. Peluit panjang akhirnya dibunyikan Ical Sailana.

Gaza Moru FC menang 1-0, Para pemain dan pendukung Gaza Moru langsung merayakan kemenangan.

Di sisi lain, pemain Budi Artha Mandiri harus menerima kenyataan pahit.

Pesta juara yang diharapkan berlangsung di rumah sendiri berubah menjadi malam milik Gaza Moru.

Pertandingan tersebut turut disaksikan Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo, SH., MH. bersama ibu, sejumlah pejabat daerah, serta ribuan suporter kedua kesebelasan.

Dengan kemenangan tersebut, Gaza Moru resmi menjadi juara Open Turnamen KSP Budi Artha Mandiri Cup 2026. Gaza Moru berhak membawa pulang trofi KSP Budi Artha Mandiri Cup bertabur emas serta hadiah uang tunai Rp50 juta.



Budi Artha FC harus puas sebagai runner-up dan mendapatkan piala tetap serta bonus Rp35 juta.

Sementara itu, ATL United menempati posisi ketiga dengan hadiah piala tetap dan bonus Rp20 juta.

Sedangkan Mola FC berada di posisi keempat dan berhak membawa pulang piala tetap serta bonus Rp15 juta.

Selain itu penghargaan individu juga diberikan setelah turnamen berakhir.
Striker ATL United, Mari Maitia, dinobatkan sebagai pemain terbaik BAM Cup 2026.

Sementara gelar top skor menjadi milik striker Budi Artha Mandiri, Adi Pesso, yang mengoleksi tujuh gol sepanjang turnamen. Keduanya masing-masing menerima bonus Rp1 juta.

Adapun Hasan Irzad, pencetak gol kemenangan Gaza Moru di partai final, juga mendapat bonus khusus atas gol yang mengantarkan timnya menjadi juara. Hasan menerima Rp1 juta dari Ibu Wakil Bupati Alor Ny. Lidya Siawan, Rp1 juta dari BRI Cabang Kalabahi, serta Rp500 ribu dari pengacara Koilal Loban,.

Total bonus yang diterima Hasan atas gol di final mencapai Rp2,5 juta.

Gol tersebut sekaligus menjadi gol paling mahal dalam perjalanan Gaza Moru menuju mahkota BAM Cup 2026.

Dari Moru, Gaza Moru datang sebagai tim yang mengejar gengsi. Dari Batunirwala, mereka pulang membawa trofi juara.

Setelah seluruh rangkaian BAM Cup 2026 di Alor selesai, KSP Budi Artha Mandiri juga dijadwalkan melanjutkan agenda ekspansi ke sejumlah wilayah di Pulau Timor, yakni Soe, Kefamenanu, Atambua, dan Malaka.

KSP Budi Artha Mandiri berencana membuka kantor unit cabang di wilayah-wilayah tersebut dengan jadwal yang akan disesuaikan.

“Bersama Budi Artha Membangun Kemandirian NTT.”+++


j.k


 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *