Distribusi Bantuan, Tim Yasores Apresiasi Korban Gempa di Maukaro Yang Bertahan Dengan Pangan Lokal

Mereka tetap berusaha mencari jalan untuk memenuhi kebutuhan harian dan mereka memanfaatkan pangan lokal yang ada

ENDE – Yayasan Agro Sorgum Flores (Yasores) mendistribusikan sejumlah bantuan bagi korban bencana gempa bumi di wilayah Flores Nusa Tenggara Timur.

Dari sejumlah target distribusi, Yasores memulainya di Kecamatan Maukaro Kabupaten Ende khususnya pada sejumlah lokasi terdampak yang luput dari perhatian banyak dukungan seperti di Desa Kebirangga Kecamatan Maukaro.

“Di sini (Desa Kebirangga, red) kita fokuskan ke dusun 1. Agak jauh dari pusat desa dan belum dijangkau banyak bantuan. Jadi kami datang ke sini, “ terang Maria Loretha, Direktur Yasores.

Kebirangga terletak di pesisir utara dan tidak jauh dari episenturum gempa 7,7 Magnitudo pada 15 Agustus 2026, wilayah ini mengalami dampak yang tidak sedikit.

Rumah-rumah tidak bisa dihuni. Rusak berat. Air bersih juga sulit diperoleh karena rusaknya jaringan. Mereka tinggal di tenda-tenda sederhana yang dibangun di sekitar rumah akibat gempa susulan yang masih terus terjadi hingga lebih dari 2000 kali sejak 15 Agustus 2026.

Distribusi bantuan kemanusiaan yang dilaksanakan Yasores juga mendapat dukungan dari lembaga Samdhana Institute. Bantuan terdiri dari sejumlah perlengkapan shelter seperti terpal untuk tenda dan bahan makan minum seperti beras, telur ayam dan minyak goreng.



Bawa Bantuan, Disuguhi Pangan Lokal

Aksi distribusi bantuan yang dilaksanakan Yasores pada Kamis, 27 Agustus 2026 mendapat sambutan hangat warga Dusun 1 Desa Kebirangga. Meski dalam kondisi tidak stabil karena tinggal di luar rumah, mereka tetap menunjukkan kemandiriannya. Menyambut tim Yasores, warga setempat menyediakan sejumlah pangan lokal. Ubi tali ungu dan singkong yang direbus dan ikan panggang.

“Wilayah kami terpencil jauh dari jalan dan posko jadi banyak bantuan tidak sampai ke sini. Makanya beberapa hari ini kami manfaatkan pangan lokal. Ubi tali ungu, ubi kayu kami gali untuk makan. Sudah agak tenang jadi sudah ada yang bisa melaut, ini dapat ikan kita makan ini, ” terang Mey, salah satu warga Kebirangga.

Meksi membawa banyak bantuan bagi sebanyak 68 KK di wilayah tersebut, Yasores mengapresiasi kemandirian masyarakat.

Mereka tetap berusaha mencari jalan untuk memenuhi kebutuhan harian dan mereka memanfaatkan pangan lokal yang ada.

“Inilah keunggulan kalau masyarakat tetap membudidaya pangan lokal. Selalu jadi pilihan saat kondisi sulit termasuk ketika bantuan pangan tanggap darurat belum datang. Kami senang, mereka tetap memaksimalkan potensi yang mereka miliki. Yang kami bawa ini tentu hanya untuk melengkapi tetapi semoga bisa mengurangi beban akibat gempa ini. Saya selalu menekankan pentingnya menyiapkan kebun keluarga dengan menanam umbi-umbian, pisang, dan sayur-sayuran lokal yang tahan segala musim. Situasi gempa sangat darurat maka ketika keluarga siap dengan lumbung/kebunnya masing-masing maka kita tak perlu menyalahkan pihak pemerintah atau lembaga lain ketika bantuan pangan belum datang ke posko kita” tandas Maria Loretha, Direktur Yasores.

Selain Kebirangga Kecamatan Maukaro Kabupaten Ende. Tim Yasores juga akan mendistribusikan bantuan kemanusiaan ke sejumlah wilayah lain yang jadi mitra kerja Yasores dalam Pengembangan Sorgum yakni di Desa Nggolonio Kecamatan Aesesa Kabupaten Nagekeo.

Pekan depan, distribusi bantuan akan dilaksanakan di wilayah terdampak lain seperti di Pulau Palue.+++


benQassan

 


 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *