Apa Keistimewaan Perempuan Lamaholot ?

suluhnusa.com_Karena berbicara tentang Perempuan adalah sebuah topik yang tidak akan pernah ada kata habisnya. Perempuan identik dengan “Keistimewaan”.

Dalam hal ini Keistimewaan yang dikaruniakan untuk mengandung- melahirkan dan menjaga anak-anaknya setelah menjadi seorang ibu. Uniknya perempuan juga memiliki peran ganda yang hampir sejajar dengan kaum laki-laki pada umumnya, Misalnya saja sebagai tulang punggung keluarga, sebagai pemimpin dibidang sosial, dsb.

Dan seharusnya sebagai perempuan, kita juga mesti berbangga dengan segala karunia yang telah dilimpahkan, dengan segala kelebihan dan keterbatasan yang menjadikan kita istimewa. Dan memang bukan hal baru jika seringkali perempuan disimbolkan dengan simbol kelemahan-kerapuhan dan selalu menjadi yang terbelakang.

Hal ini terbukti dengan berbagai pandangan kaum lelaki dan beberapa pandangan para ahli tentang keaslian sifat dan peranan Perempuan, dan berikut ini adalah pendapat yang di kemukakan oleh Aristoteles dan St.Thomas.

“perempuan adalah perempuan dengan sifat khususnya yang kurang berkualitas, kita harus memandang sifat perempuan yang dimilikinya sebagai suatu ketidaksempurnaan alam (Aristoteles).

St. Thomas berkata, Menganggap perempuan sebagai laki-laki yang tidak sempurna. Makluk yang tercipta secara tidak sengaja, tegasnya. (Dikutip dari buku Kehidupan perempuan Simone De Beauvoir).

sementara dari Kaum lelaki sendiri lebih cenderung menomorduakan perempuan, itu jelas terlihat dalam hal kepemimpinan. Namun jika dikaji lebih dalam lagi kehidupan perempuan disekitar kita, maka tidak menutup kemungkinan bahwa perempuan itu superior, inferior atau setara dengan laki-laki.

Karena Untuk saat ini saja perempuan bisa menjadi pemimpin, menjadi kepala rumah tangga, menjadi ibu bagi anak2 bahkan menjadi tulang punggung keluarga sekaligus.

Dan jika berbicara tentang kehidupan perempuan, maka tidak terlepas pula dari tata cara kehidupan mengenai keaslian perempuan tersebut.

Tulisan ini dipersembahkan untuk semua perempuan indonesia yang berbangga terlahir sebagai perempuan istimewa, dan terkhususnya untuk semua perempuan Lamaholot yang berdomisili dimana pun berada, entah itu ditanah perantauan sebagai pekerja, sebagai pelajar ataupun yang berada di Kampung halaman tanah Lamaholot sendiri.

Tidak hanya berbangga sebagai perempuan, karena seorang perempuan juga harus benar-benar menekuni peranannya secara total baru dapat dikategorikan sebagai perempuan istimewa, dalam hal ini perempuan tidak hanya berperan sebagai ibu melainkan mempertanggungjawabkan keibuannya sampai tuntas, lain halnya lagi dengan peran sebagai istri dan pemimpin.

Berbalik dari itu, ada yang lebih menarik untuk dibahas dalam tulisan kali ini. Dan tidak lain adalah mengenai kehidupan perempuan Lamaholot.

Dalam budaya Lamaholot, perempuan (kebarek/inawae) sangat dihormati, dikagumi. Hal demikian terlihat dari segi kehidupan masyarakat Lamaholot dalam kesehariannya.

Ini juga terlihat jelas dari sebuh pengertian yang memaknai perempuan Lamaholot sebagai surganya Keseluruhan orang Lamaholot sebagai tempat bernaung “Ina Tana Ekan ” yang artinya Ibu bumi, yang menjaga dan sebagai sumber kehidupan bagi keturunan Orang Lamaholot.

Demikian juga adat Perkawinan perempuan yang tidak kalah menariknya dari budaya di daerah lain. Umumnya Perempuan Lamaholot yang hendak menikah biasanya mas kawin (“belis”) itu berupa gading atau dalam bahasa Lamaholotnya di sebut “balla” yang harganya mencapai puluhan juta.

Hal inilah yang membuat perempuan Lamaholot bermartabat tinggi dan sangat disegani. Dan ada sisi kehidupan perempaun Lamaholot yang menarik untuk dikaji lebih luas. Dimana kehidupan perempuan Lamaholot yang berada di kampong kampong akan terlihat sisi perbedaannya dengan Perempuan Lamaholot yang menetap di tanah perantauan.

Namun hal demikian, bukanlah menjadi sebuah konflik antara keberadan budaya Perempuan Lamaholot, melainkan untuk menambah wawasan mengenai alur kehidupan perempaun Lamaholot baik yang di kampong maupun yang diluar perantauan.

Lalu dimana letak perbedaan Kehidupan perempuan Lamaholot yang dikampung dan ditanah perantauan itu sendiri ?

Kehidupan perempuan Lamaholot yang menetap dikediaman kampung maka boleh dikategorikan bahwa perempuan-perempuan tersebut adalah perempuan yang kehidupannya lebih menomorsatukan budaya aslinya, yakni Budaya Lamaholot yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai adat istiadatnya.

Berjiwa sosial dan memiliki kepedulian Lingkungan yang tinggi serta penuh tanggung jawab moril dan kesederhanaan kehidupan yang sangat dirasai. Sebagian besar Kehidupan Perempuan Lamaholot yang menetap Di Kampung lebih bersifat alamiah karena sudah terbiasa dengan alam sejak turun temurun.

Sementara jika kita kaji lebih luas tentang kehidupan perempuan Lamhaholot yang tinggal ditanah perantauan, maka boleh dibilang kalau perempaun Lamaholot yang berada diperantauan dalam keaslian Lamaholotnya terbilang dinomorduakan, hal tersebut dikarenakan zaman yang semakin modern dan pergaulan yang lebih membuka wawasan berpikirnya.

Kendatinya hal demikian berdampak posifit dan negatif bagi sebagian perempuan lamaholot sendiri. Dampak positif bagi Kaum perempuan ditanah perantauan sendiri adalah pola berpikir yang lebih luas jika dibanding dengan Kaum perempuan yang dikampung, selain itu lebih maju dan mahir dalam bidang-bidang tertntu dan lebih peka terhadap perkembangan zaman dan hal itu akan membawa perubahan baik jika tidak disalah gunakan kelebihan-kelebihan tersebut.

Sementara kita lihat dampak egatif nya, dengan adanya perubahan zaman dan kemajuan teknologi yag kian pesat ini, akan mampu mengubah keaslian seorang perempuan Lamaholot dalam sekejap mata. Akibatnay, terjadi persoalan dianatarnya yang tidak diinginkan misanya lebih cepat menikah, kontroversi rumah tangga akibat kemajuan Teknologi yang semakin canggih, melalui media sosial dan berbagai akun palsu yang dibuat hanya untuk kesenangan semata, pengaruh perkembangan zaman menjerumuskan sekian Kaum perempuan dalam hal diluar dugaan, dari budaya berpakaian sampai budaya berbicara sering kali terlupakan.

Satu hal yang patut dicatat adalah perempuan Lamaholot yang ada di perantauan, senantiasa merasa bangga menjadi perempuan lamaholot yang sesungguhnya.

Kita ambil contoh kecilnya saja dari Kehidupan perempuan Lamaholot di Tuawolo sebuah Desa kecil di pulau Flores Timur. Tuawolo merupaka desa kecil yang terletak dibawah kaki bukit Ileboleng, Masyarakat Tuawolo sangat erat kehidupannya dengan alam, terlebih para perempuan. hal ini dibuktikan dengan keseharian nya yang dihabiskan ditanah lapang.

Keterlibatan perempuan dalam berkebun inilah yang menjadikan sosok perempuan Di desa tuawolo lebih mencintai alam untuk menghidupi keturunannya. Berkebun sudah tidak asing lagi bagi kaum perempuan. dikarenakan sumber daya alam yang mampu menjamin kehidupan. maka sebagian besar Perempuan Tuawolo adalah orang-orang yang berjiwa pekerja keras yang rela meninggalkan anak-anak dan rumah serta tugas pokok sebagai ibu rumah tangga demi memenuhi kebutuhan hidupnya.

Alam menjamin kehidupan dan perempuan terlibat penuh dalam menjaga kehidupan anak cucunya kelak. Kesederhanaan perempuan didesa Tuawolo juga sangat kental dengan budya adat istiadatnya, lihat saja bagi kaum perempuan yang sudah menikah biasanya mengenakan kainsarung atau biasanya diikat pada pinggang, dan sudah terbiasa dengan makanan adat sirih pinang yang biasa membuat Sebagian perempuan terlihat lebih awet mudah dengan makanan -makanan alami.
Biasanya perempuan didesa tuawolo ini memiliki kecintaan lingkungan yang luar biasa, lihat saja jika setiap kali membuat setiap kegiatan pembersihan atau kerja bakti , pasti kita akan menemukan kelompok-kelompok kecil yang siap bekerja sama membangun kelestarian desa kecil itu. Dibawah perkembangan yang kian menekankan perubahan zaman bagi kaum perempuan, belum terlihat jelas perubahan modern yang terselip dibalik kesederhanaan perempuan yang berada dikampung.

Karena masih terlihat jelas panutan budaya yang lekat dalam kehidupannya.
Berbeda dengan sebagian perempuan tuawolo yang menetap ditanah perantauan dengan berbagai alasan serta konflik keluarga yang mengharuskan.

Lebih dari 70% perempuan di desa tuawolo ini memutuskan untuk merantau, dengan alasan menyekolahi anak, mengikuti suami ataupun hanya sebagai tempat pelarian konflik dalam rumah tangga. hal ini sering terjadi di kalangan masyarakat luas, Namun yang lebih menjadi tujuan utama masyarakat terkususnya perempuan tuawolo ke tempat perantauan ini adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai sekoalah anak-anaknya.

Terlihat dari sebagain besar anak-anak perempaun yang merantau bersekolah diluar daerah dan tentunya memerlukan biaya yang sangat banyak dan tidak mungkin didapat dari hasil bumi dikampung, maka merantau menjadi tujuan utama untuk mensejaterakan kehidupan .

Sejatinya bagi kaum perempuan yang tinggal ditanah perantauan bukan berarti budaya dan adat istiadat Lamaholot juga tidak ikut diterapkan, malahan seringkali kekuatan terbesar untuk bertahan ditanah rantau bagi kaum perempuan ditanah perantauan itu adalah mengandalkan perlindungan adatistiadatnya (KODA), yang sejak dulu diyakini dan dipercaya selalu menjaga dan menuntun setiap langkah anak-anak lamaholot dimana pun berada.

Lalu dari pola berpakaian, jangan heran jika tinggal di kota-kota besar dengan ragam masyarakt yang berbeda negara namun masih bisa kita jumpai keistimewahan perempuan lamaholot dengan balutan kain sarung tenun (kwatek) dalam acara-acara besar misalnya hari besar keagamaan dan pesta-pesta besar lainnya.

Meski yang sedikit membedakan adalah gaya kehidupan kota dan gaya kehidupan dikampung, pastinya gejolak kehidupan ditanah rantau memang sangat maju sehinggah sering kali membuat sebagian perempuan Lamaholot lena dalam keindahan Kota dan melupakan asal usulnya, tidak hanya itu Kehidupan ditanah rantau juga mempunyai kebebasan yang sangat tinggi, akibatkan dari itu banyak persoalan yang sering kita jumpai penipuan, pemerkosaan dan berbagi bentuk kejahatan lain terhadap perempuan yang terjadi akibat dari kebebasan kehidupan tanpa budaya.

Oleh karena itu diharapkan agar partisipasi kita untuk lebih bisa menjaga keaslian budaya Lamaholot kita dimanapun berada, tidak hanya bagi yang berada ditanah perantauan tetapi juga bagi kita yang berada ditanah Lamaholot. karena sebagai perempuan kita adalah pemersatu, ibu bumi bagi keluarga, anak cucu dan bagi kehidupan bumi ini, maka saling melengkapi dan saling mengingatkan akan budaya luhur sebagai kaum perempuan.

Tulisan ini bukan sekedar memberitakan pola kehidupan masyarakat perempuan Lamaholot, melainkan dengan adanya tulisan ini agar kita juga lebih mendalami pengetahuan tentang budaya Lamaholot yang masih dipegang erat oleh kaum perempuan yang berada di luar Tanah Lamaholot maupun yang masih berada di tanah Lamaholot.

Dan sebagai harapan nya agar sebagai ibu bumi, kita sebagai perempuan mampu menjunjung tinggi budaya dan mampu menjaga martabat sebagai perempuan istimewa. Karena terlahir dari rahim yang istimewa , maka jangan pernah malu menjadi perempuan Lamaholot dengan budaya serta keaslianmu.

(fanni stefani)

Wanita Lamaholot

Mantan TKW

Yang saat ini sedang studi di Senata Dharma Jogjakarta

2 Comments

  1. Kakak, saya Putri dari Semarang kebetulan sedang melakukan penelitian mengenai budaya belis balla dari lamaholot dan adora. Kalau saya hendak berkenalan dengan kakak lebih jauh dan bertanya lebih mendalam menyangkut dengan penelitian saya bisakah saya menghubungi kakak? Terima kasih

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *