suluhnusa.com_Lebih familiar dan gampang menghafal lagu lagu asing ketimbang lagu daerah sendiri.
Setiap daerah di Indonesia mempunyai lagu daerah masing-masing sebagai bentuk kekayaan dari budaya dan identitas diri atau eksistensi serta simbol jati diri masyarakat yang mendiami suatu daerah.
Masing-masing lagu daerah mempunyai kekhasan tersendiri sesuai dengan situasi ataupun budaya dari daerah setempat.
Menyanyikan lagu daerah di sekolah merupakan salah satu wujud cinta tehadap budaya dan juga suatu cara untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan kebhinekaan di lingkungan sekolah.
Hal ini sesuai dengan apa yang telah ditegaskan oleh pemerintah pusat melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Anies Baswedan.
Baswedan berkata, salah satu cara untuk menanamkan nilai kebangsaan dan kbhinekaan di sekolah adalah dengan menyanyikan lagu Nasional serta lagu daerah sebelum kegiatan belajar mengajar berakhir setiap hari.
Penegasan ini pasti mempunyai dasar yang kuat berdasarkan pengamatan atau sebagai bentuk perhatian terhadap keadaan bangsa sekarang.
Siswa sebagai generasi penerus bangsa perlu di berikan pemahaman bahwa lagu Nasional dan lagu daerah merupakan simbol identitas bangsa dan daerah.
SMPN satu atap Riangpuho yang berada di Desa Waibao Kecamatan Tanjung Bunga Kabupaten Flores Timur, Sabtu 7 Nopember 2015 mengadakan lomba menyanyi lagu daerah.
Tujuan dari perlombaan ini untuk memperkenalkan lagu daerah dan mengolah vokal bagi siswa.
Perlombaan ini dibagi dalam empat kelompok untuk tiap kelas dengan jumlah dua belas atau sepuluh orang untuk satu kelompok.
Masing-masing kelompok membawakan dua lagu daerah dan satu lagu nasional dengan berpakaian adat daerah setempat dan kemeja putih lengan panjang serta celana hitam.
Wakil Kepala SMPN satu atap Riangpuho, Willem Kopong Tupen dalam arahan singkat membuka kegiatan ini memberikan apresiasi kepada Ibu Elisabeth Brinu dan ibu Maria Imakulata Paun sebagai guru Seni Budaya (SB) di SMPN satu atap Riangpuho yang telah memberikan ruang kreasi bagi siswa untuk mengembangkan bakatnya terutama di bidang seni dan mengatakan bahwa perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) tak dapat di pungkiri sudah memasuki segala aspek kehidupan masyarakat baik di kota maupun di desa termasuk lagu-lagu.
Lanjut Wilem seperti yang kita tahu bahwa banyak sekali lagu-lagu yang beredar di masyarakat baik asing maupun non asing yang dengan cepat pula masyarakat mengaksesnya.
“Yang kita sayangkan adalah lagu dari band atau grup musik ternama entah dari asing ataupun yang ada di Indonesia Non bahasa daerah anak-anak lebih cepat menghafal atau lebih menguasai liriknya sedangkan lagu daerah yang merupakan aset budaya simbol jati diri kita sendiri, kita abaikan bahkan kita lupa. Ini yang menjadi boomerang dan tantangan bagi kita bersama. Kalau mau lagu daerah tetap eksis maka sering-seringlah di sekolah juga menyanyikan lagu daerah sehingga lagu daerah tetap menjadi kebanggan kita dan tidak punah,” kata Willem.
Elisabeth Brinu,Guru Seni Budaya pada SMPN satu atap Riangpuho ketika di wawancara oleh penulis di sela-sela kegiatan perlombaan mengatakan bahwa lombah menyanyi ini merupakan hasil implementasi dari teori yang telah diajarkan kepada peserta didik dan lagu yang di lombahkan adalah lagu daerah dari Flores Timur dan Nusa Tenggara Timur umumnya.
Lanjut Brinu sebelum perlombaan ini,peserta didik sudah diberi latihan olah vokal oleh guru mata pelajaran. Semua siswa terlibat dalam lomba menyanyi lagu daerah dan nasional ini
“Dan kita mengharapkan anak-anak bisa bernyanyi dengan baik bukan hanya nilai yang di dapat siswa tetapi ada tujuan besar di balik itu misanya peserta didik bisa mempelajari tentang budayanya sendiri, mencintai lagu daerahnya sendiri, serta meningkatkan seni dalam diri siswa”, harap Brinu
Semua peserta lombah masing-masing kelompok tampak antusias dan serius menyanyikan lagu yang telah di tentukan oleh guru mata pelajaran.
Tobias Tobi Ruron
Guru BK SMPN Satu Atap Riangpuho
Anggota Agupena Flotim
Hp.082147728085

akan sempurna bila pemimpin lagu juga mengenakan busana adat/daerah