WEEKYLINE.NET_Guru harus kreatif dalam merancang strategi pembelajaran agar dapat membuat siswa lebih aktif, inovatif, kreatif dan menyenangkan.
Hal ini dikatakan oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olaraga (PPO) Kabupaten Flores Timur Drs. Bernadus Beda Keda, M.A.P saat membuka kegiatan lokakarya paikem dan pembelajaran tematik Senin, 28 September 2015 di Aula Susteran Weri Larantuka Kabupaten Flores Timur (Flotim).
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Konsorsium Lembaga Pemberdayaan Anak Masyarakat Flores (KLPAMF) Mitra Childfun Indonesia kluster Flores, dengan sasaran seluruh Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Dinas PPO Flotim dampingan KLPAMF mitra childfun Indonesia yang berada di Kabupaten Flotim.
Sekolah sekolah dampingan itu diantaranya SMPN Waiwadan, SMPN Banione,SMP Satap Bogalima, SMPN Satap Basarani, SMPN Wailebe, SMPN Menangga, SMPN Satap Lewohedo, SMPN Satap Watanhura, SMPN Kelike, Kepala UPTD Adonara Barat, Solor Timur, dan Wotan Ulumado. Peserta yang mengikuti kegiatan sebanyak 36 orang.
Kepala Dinas PPO mengatakan, paikem dan tematik harus menjadi jiwa menghargai hak anak. Sekolah sepatutnya menciptakan situasi ramah terhadap anak. Anak harus senang dan betah berada di sekolah dengan situasi yang dicipatakan oleh guru. Guru menjadi orang tua siswa di sekolah.
“ Guru tidak hanya mengajar, tetapi juga mendidik. Guru menjadi sebuah profesi panggilan. Maka harus kerja dengan hati bukan sekedar untuk mendapatkan gaji”. Kata Kadis
Lokakarya siang itu menghadirkan Drs. Bernadus Tukan sebagai moderator, danEfrem Hama Kelore, S.Pd., M.Hum sebagai narasumber. Efrem Hama Kelore yang juga adalah Pengawas Sekolah Menengah pada Dinas PPO diawal memaparkan materinya mengatakan,manusia belajar 10% dari apa yang ia baca, 20% dari apa yang ia dengar, 30% dari apa yang ia lihat, 50% dari apa yang ia lihat dan dengar, 70% dari apa yang ia katakan, dan 90% dari apa yang ia katakan dan lakukan.

“ Hal ini menunjukkan bahwa jika guru mengajar dengan banyak ceramah, maka peserta didik akan mengingat hanya 20% karena mereka hanya mendengarkan.Sebaliknya, jika guru meminta peserta didik untuk melakukan sesuatu dan melaporkannya, maka mereka akan mengingat sebanyak 90%”. Kata efrem.
Dengan metode diskusi dan shering pengalaman, Narasumber memaparkan beberapa point materi diantaranya pengertian paikem dan tematik, tujuan paikem dan tematik, kriteria strategi pembelajaran paikem, karakteristik paikem dan tematik, model-model pembelajaran paikem, penerapan paikem pendekatan paikem berbasis TIK, contoh desain pembelajaran berbasis paikem, landasan pembelajaran tematik, rambu-rambu Implikasi pembelajaran tematik, tahap persiapan pelaksanaan tematik, dan contoh pembelajaran tematik.
Menurut Simon Sina Koten, panitia kegiatan mengatakan, tujuan lokakarya paikem dan tematik untuk meningkatkan kemampuan guru SMP dalam menerapkan prinsip- prinsip pembelajaran yang ramah anak, dan terlaksananya program pembelajaran dengan pendekatan paikem dan tematik.
Sabililah Pata Ola, guru pada SMPN Satu Atap Watanhura Solor Timur salah satu peserta lokakarya mengapresiasi kegiatan lokakarya paikem dan tematik. Menurutnya, kegiatan yang ada sangat menginspirasi dan memotivasi dalam merancang strategi pembelajaran di sekolah.
“Kegaiatn ini sangat menginspirasi dan memotivasi saya untuk merancang program pembelajaran di sekolah nanti dengan menerapkan prinsip –prinsip pembelajaran yang ramah anak,” kata Sabil. (Maksimus Masan Kian)
