Mereka Berkunjung ke Pusara Nurul, Guru TK Korban Bencana Banjir Lembata

Suluh Nusa, Lembata – Puluhan guru guru Taman Kanak Kanak merasa kehilangan seorang sahabat. Mereka sesame guru yang memilih jalan pengabdian untuk anak Taman Kanak Kanak. Mereka tetap setia pada jalan itu.

Semangat mengabdi dan rasa cinta yang kuat di dalam dada, itulah modal menjadi guru PAUD/TK . Menuruti panggilan hati, hanya ingin memberi dan menyayangi, itulah motivasi yang mendorong para guru TK/PAUD ini mendidik anak-anak kecil.

Melalui lembaga yang diberi nama Pendidikan Anak Usia Dini ini, wanita-wanita perkasa ini setiap hari mengasuh bocah-bocah ingusan anak para tetangga. Tangan-tangan lembut mereka yang telah kehabisan energi mengerjakan urusan domestik, seolah penuh daya kala berjumpa dengan anak-anak didik mereka.

Riang gembira dan serba senang. Di ruang-ruang sempit berdinding triplek atau ruang terbuka tanpa dinding yang disergap bau banger sungai maupun sampah busuk, kaum ibu muda maupun tua itu terlihat sumringah menyapa anak-anak yang dititipkan orang tua mereka karena ditinggal bekerja atau ditinggal mati kala masih bayi. Bocah-bocah cilik yang polos itu diajak bernyanyi, bergembira bersama.

Bermain dan berdendang, melompat dan berenang. Juga diajak mengeja, mengaji dan berdoa. Mereka dibimbing dengan sabar dan telaten, agar bisa berkata baik dan sopan, menghormati guru dan menyayangi teman. Juga diajari mengenal diri sendiri dan lingkungan, anak anak dilatih mandiri

Sekali tak canggung menyeka air mata anak didik yang menangis, atau mengelap ingus yang terus meler dari hidung muridnya, bukan dengan tisu atau kain serbet, melainakn dengan telapak tangan atau kulit tangan mereka.

Kebahagiaan dan kegembiraan menjadi Guru TK/PAUD yang Nurul Hidayati tiba tiba terhenti. Bukan karena dirinya mengundurkan diri atau diberhentikan. Nurul Hidayati meninggal dunia. Meninggalkan anak anak didiknya. Bukan saja anak didiknya tetapi anak kandungnya yang berjumlah tiga orang.

Nurul menjadi salah satu korban bencana banjir  yang melanda Ile Ape Lembata, 4 April 2021 silam. Sahabat sahabat seprofesi merasa kehilangan. Tak ada lagi kisah kebersamaan. Tak ada lagi cerita kebahagiaan.

Hingga, Sabtu, 24 April 2021, Ikatan Guru Taman Kanak  Indonesia (IGTKI) Cabang Lembata melaksanakan ziarah ke makan Nurul Hidayati guru TKK Amakaka salah seorang korban banjir bandang di Lewotolok, Ile Ape Lembata. Nurul Hidayati dimakamkan di Pekuburan umum Lewolein desa Dikesare Kecamatan Nubatukan.

Theresia Tuto guru TKK Negerin2 Nubtukan Lewoleba mengatakan tujuan pelaksanaan kegiatan ziarah itu tak lain adalah bentuk solidaritas dan rasa empati belarasa berlangsunkawa sebagai sesama teman guru.

“Semasa hidup Ibu Nurul merupakan rekan kerja kami yang selalu terlibat dalam kegiatan dibilang pendidikan juga kegiatan sosial,” tegas Tresia Tuto. “Karena itu ketika ibu Nurul meninggal sudah merupakan kewajiban “komunitas” IGTKI untuk berziarah ke makamnya” tutur Tresia Tuto.

Komunitas para guru TKK itu antara lain TKK NEGERI 2 Nubatukan, TKK Pembina Wangatoa, TKK. StaTheresia, TKK  Donbosco, TKK Dominika,  TKK Marietha,  TKK Angela Marici,  TKK Nurul Salam, TKK St. Antonius dan sejumlah Tk lainnya seperti Lembata.

Selamat Jalan Nurul. Jasamu tak pernah hilang bersama jasadmu. Pengabdianmu lekang selekat cintamu pada anak anak dan sebaliknya anak anak padamu. Di Sana, Surga Tempatmu. ***

sultan baginda/weeklyline media network

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *