KALABAHI – Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa di Desa Pante Daere, Kecamatan Kabola, Kabupaten Alor, hingga kini belum terealisasi. Kondisi tersebut dikeluhkan warga karena bantuan yang dinilai sangat dibutuhkan masyarakat belum juga diterima.
Seorang warga Desa Pante Daere yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan menyampaikan kepada wartawan, Minggu 20 Juli 2026, bahwa berdasarkan hasil Musyawarah Desa telah ditetapkan sebanyak 14 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sebagai penerima BLT Dana Desa dengan besaran bantuan Rp200.000 per bulan.
Menurutnya, BLT Dana Desa merupakan program pemerintah yang bertujuan membantu masyarakat miskin dan rentan dalam memenuhi kebutuhan pokok. Karena itu, masyarakat berharap penyaluran bantuan segera dilakukan agar hak para penerima dapat terpenuhi tepat waktu.
“Keterlambatan penyaluran seperti ini tentu berdampak terhadap masyarakat yang selama ini menunggu bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.
Selain BLT Dana Desa, sumber tersebut juga mengungkapkan bahwa Penghasilan Tetap (Siltap) perangkat desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD) hingga saat ini juga belum dicairkan.
“Kami menduga adanya ketidakberesan administrasi dan manejemen di dalam kantor desa. Apa yang belum beres itu tolong sampaikan biar jelas dan kalau bisa dipublikasi,” ujar sumber yang meminta namanya tidak ditulis kepada media ini.
“Akibat keterlambatan pembayaran tersebut, sebagian perangkat desa mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan hidup, termasuk biaya pendidikan anak dan kebutuhan rumah tangga. Kondisi ini juga dikhawatirkan berdampak pada kelancaran pelayanan pemerintahan desa,” katanya.
Di tengah keterlambatan tersebut, kata sumber, berkembang anggapan di tengah masyarakat bahwa diduga Kepala Desa lebih banyak disibukkan dengan urusan bisnis pribadinya sehingga pelayanan pemerintahan, termasuk proses penyaluran BLT Dana Desa, dinilai belum menjadi prioritas.
Namun, anggapan tersebut merupakan pandangan yang berkembang di masyarakat dan belum dapat dipastikan kebenarannya.
Masyarakat berharap Pemerintah Desa Pante Daere memberikan penjelasan secara terbuka mengenai penyebab keterlambatan penyaluran BLT Dana Desa maupun pencairan Siltap perangkat desa dan segera menyelesaikan seluruh proses administrasi agar hak masyarakat dapat diterima.
Dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Senin (20/7/2026), Kepala Desa Pante Daere, Nixonths Asamau, mengakui bahwa BLT Dana Desa memang belum disalurkan.
“Kalau untuk BLT itu memang belum disalurkan karena persyaratan pencairan yang belum lengkap bagi para penerima manfaat,” jelasnya.
Terkait anggapan yang menyebut dirinya lebih banyak mengurus kepentingan pribadi, Nixonths membantah tudingan tersebut.
“Sedangkan untuk urusan pribadi itu saya lakukan setelah pulang kantor. Kalau saya tidak masuk kantor berarti ada ikut undangan rapat di kabupaten atau kecamatan. Jadi itu info tidak jelas dan tidak benar,” tulisnya melalui pesan WhatsApp.
Hingga berita ini diterbitkan, masyarakat masih menunggu kepastian jadwal pencairan BLT Dana Desa maupun Penghasilan Tetap perangkat desa dan BPD dari Pemerintah Desa Pante Daere.+++
J.k
