KALABAHI – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Alor menggelar Seminar Keluarga Kristen yang diikuti ratusan pendeta dan pimpinan gereja dari 13 denominasi bersama pasangan masing-masing di Aula Hotel Simphony Kalabahi, Senin, 20 Kuli 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan keluarga sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan gereja di tengah dinamika sosial masyarakat.
Seminar yang diselenggarakan melalui Seksi Urusan Agama Kristen itu juga dihadiri unsur Pemerintah Kabupaten Alor serta tokoh-tokoh gereja. Dua narasumber nasional, Pdt. Dr. Stephen Hosea, Ph.D. dan Pdt. Dr. Gunar Sahari, M.Th., hadir membawakan materi mengenai pembinaan keluarga Kristen, pelayanan pastoral, dan penguatan kehidupan rumah tangga.
Kepala Seksi Urusan Agama Kristen Kemenag Kabupaten Alor, Lim. Chr. T. R. Odja, M.Th., mengatakan pembinaan keluarga merupakan salah satu program prioritas Kementerian Agama yang terus didorong melalui kolaborasi dengan berbagai mitra pelayanan gereja.
Ia mengapresiasi kehadiran para pimpinan gereja yang mengikuti seminar bersama pasangan masing-masing karena mencerminkan semangat membangun keluarga yang harmonis sebagai fondasi pelayanan.
“Kami sangat bersukacita melihat suasana kebersamaan ini. Kita dapat menyaksikan gambaran keluarga Allah yang hidup dalam persekutuan dan kasih,” katanya.
Menurut Lim Odja, meski pemerintah tengah menerapkan efisiensi anggaran, sinergi antara Kementerian Agama dan berbagai mitra membuat program pembinaan umat tetap dapat berjalan secara berkelanjutan.
Ia berharap seminar tersebut menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus melahirkan gagasan baru untuk memperkuat kehidupan keluarga Kristen di Kabupaten Alor.
“Kami berharap melalui seminar ini lahir berbagai pembelajaran dan komitmen bersama untuk membangun keluarga Kristen yang semakin kuat sehingga berdampak positif bagi kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Selain seminar keluarga, Kemenag Alor juga akan melaksanakan pembinaan pelayanan liturgi bagi gereja-gereja di daerah tersebut guna memperkaya wawasan pelayanan ibadah tanpa menghilangkan kekhasan liturgi masing-masing denominasi.
Sementara itu, Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Alor, Marthen G. Moubeka, SH., yang mewakili Bupati Alor saat membuka kegiatan, menegaskan bahwa keluarga merupakan fondasi utama dalam menciptakan masyarakat yang damai, sejahtera, dan berkarakter.
Menurutnya, berbagai persoalan sosial seperti konflik, kenakalan remaja, kriminalitas, hingga persoalan rumah tangga tidak dapat dilepaskan dari kualitas pembinaan dalam keluarga.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang memiliki keluarga-keluarga yang kuat. Ketika keluarga dibangun dengan baik, maka masyarakat juga akan menjadi baik,” ujarnya.
Marthen mengajak gereja terus bersinergi dengan pemerintah dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan, mulai dari pendidikan, kesehatan, pengentasan kemiskinan hingga pembentukan karakter generasi muda.
Ia menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk para pemimpin agama yang berperan membina kehidupan keluarga.
Seminar berlangsung dalam suasana hangat dan interaktif. Para peserta mengikuti seluruh sesi dengan antusias, berdiskusi, serta berbagi pengalaman pelayanan keluarga di lingkungan gereja masing-masing.
Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama Kabupaten Alor berharap terbangun komitmen bersama antara pemerintah, gereja, dan keluarga Kristen untuk mewujudkan masyarakat Alor yang harmonis, tangguh, dan berlandaskan nilai-nilai iman.+++
j.k
