Prestasi Lagi, Nelayan Tani Ternak Berhasil Antarkan Desa Baobolak Berprestasi Turunkan Stunting Tingkat Provinsi NTT

Dan pada urutan ketiga Desa Kadahang Kabupaten  Sumba Timur dengan  nilai 1.180

LEWOLEBA – PEMERINTAH Kabupaten Lembata kembali mendapat prestasi di tahun 2026 usai perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dan menjelang hari ulang tahun otonomi daerah.

Prestasi ini membanggakan karena salah satu desa di Kabupaten Lembata mendapat prestasi dalam upaya penurunan stunting.

Desa Baobolak, Kecamatan Nagawutun, yang diusulkan tim penilai Kabupaten Lembata  mengikuti proses penilaian lomba Desa Berkinerja Baik dalam Penanganan Stunting tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur berhasil masuk tiga besar.

drh. Mathias Beyeng, Kepala Bappelitbangda sebagai Penanggungjawab tim penilai tingkat Kabupaten Lembata, menjelaskan Desa Baobolak setelah diusulkan mendapat penilaian atau perengkingan tingkat Propinsi Lomba Desa Berkinerja Baik dalam pencegahan dan penurunan Stunting tahun 2026, Lembata rangking satu tingkat Provinsi NTT.

“Jadi penilaian desa dengan kinerja baik dalam dalam pencegahan dan penurunan Stunting tahun 2026 kita lakukan secara obyektif oleh tim penilai tingkat Kabupaten. Lalu Desa Baobolak nilai tertinggi. Kami usulkan untuk mengikuti penilaian tingkat provinsi. Dan ternyata Desa Baobolak masuk tiga besar pada urutan pertama dengan nilai tertinggi”, jelas Manto Beyeng kepada Suluhnusa.com, 4 September 2026.

Menurut Manto, yang menjadi nilai plus dalam usulan Desa berkinerja baik ini salah satunya peningkatan gizi dengan pendekatan makanan lokal berbasis hasil nelayan tani ternak.

Program Nelayan Tani Ternak merupakan salah satu penilaian utama dan keunggulan dalam menjaga dan mempercepat penurunan angka stunting di Kabupaten Lembata. 

“Integrasi ketiga sektor ini berperan penting dalam menyediakan bahan pangan lokal di Desa Baobolak yang kaya akan protein hewani, vitamin, dan mineral untuk memenuhi kebutuhan gizi anak dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Dan ini menjadi nilai plus dari Kabupaten Lembata”, tegas Beyeng.

Yoseph Raya Langoday, Kepala BPMD Kabupaten Lembata, selaku ketua tim penlai ttingkat Kabupaten membenarkan prestasi ini.

Menurutnya, hasil penilaian Desa berkinerja baik tingkat provinsi Nusa Tenggara Timur tahun 2026, menempatkan Desa Baobolak, Kabupaten Lembata pada urutan pertama dengan nilai 1.335. Sementara Desa Limakoli, Kabupaten Rote Ndao pada urutan kedua dengan  nilai 1.225. Dan pada urutan ketiga Desa Kadahang Kabupaten  Sumba Timur dengan  nilai 1.180.

Berdasarkan berita acara penetapan yang diterima suluhnusa.com tim penilai tingkat provinsi ini terdiri dari enam orang salah satunya Pelaksana Tugas Kepala Dinas PMD Provinsi NTT, Ir. Agustinus Bulu.

Dengan hasil ini Desa Baobolak, Kabupaten Lembata diusulkan mewakili Provinsi NTT untuk mendapat penilaian Desa berkinerja baik penurunan stunting tahun 2026 tingkat nasional.

Penilaian tersebut menjadi bagian dari instrumen evaluasi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (P3S) yang dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten hingga nasional.

Penilaian ini memberikan apresiasi atau penghargaan kepada desa yang berhasil menurunkan angka stunting dan Baobolak menjadi salah satu desa berkinerja baik tingkat provinsi NTT tahun 2026.+++


sandro.wangak


 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *