KALABAHI – Sejumlah lurah di Kecamatan Teluk Mutiara, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengeluarkan imbauan keras kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul maraknya kasus pencurian peralatan sound system yang belakangan terjadi di sejumlah wilayah.
Ironisnya, aksi pencurian tersebut tidak hanya menyasar rumah warga, tetapi juga rumah-rumah ibadah.
Fenomena ini menimbulkan keresahan di tengah masyarakat karena para pelaku dinilai semakin nekat dan tidak lagi mempertimbangkan nilai-nilai sosial maupun keagamaan.
Himbauan tersebut disampaikan para lurah kepada wartawan usai menghadiri kegiatan serah terima jabatan Camat Teluk Mutiara dari Niko Alokafani kepada Rahmad Mansari yang dilakukan oleh Asisten I Setda Alor, Syafrudin Djawa, mewakili Bupati Alor, Rabu 17 Juni 2026
Lurah Mutiara, Yeri Maitia, mengungkapkan bahwa masyarakat Kota Kalabahi maupun sejumlah wilayah lain di Kabupaten Alor saat ini tengah dilanda keresahan akibat maraknya kasus pencurian peralatan elektronik, khususnya power sound system.
“Informasi yang kami terima, sejumlah peralatan sound system hilang diduga dicuri. Masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan karena kasus ini sudah sangat meresahkan,” kata Maitia.
Menurutnya, tindakan para pelaku tergolong nekat karena tidak segan menyasar rumah ibadah yang selama ini dianggap sebagai tempat yang harus dihormati.
Hal senada disampaikan Lurah Binongko, Dominggus Malaka. Ia meminta masyarakat di wilayahnya untuk lebih berhati-hati terhadap ancaman pencurian yang kini menjadi perbincangan luas di media sosial.
“Ini fenomena baru yang harus menjadi perhatian bersama. Informasi mengenai pencurian sound system sudah ramai diperbincangkan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Lurah Welai Timur, Timotius Malaioni, mengatakan bahwa meskipun wilayahnya belum mengalami kejadian serupa, masyarakat tetap harus meningkatkan kewaspadaan.
Menurut Malaioni, banyak rumah ibadah yang menempatkan perangkat sound system di teras atau area terbuka sehingga berpotensi menjadi sasaran pencurian.
“Saya minta pengurus rumah ibadah dan masyarakat lebih waspada. Jangan sampai fasilitas yang digunakan untuk pelayanan masyarakat justru menjadi target pelaku kejahatan,” tegasnya.
Malaioni juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan setiap kasus kehilangan maupun dugaan tindak pidana pencurian kepada pihak kepolisian agar dapat segera ditindaklanjuti.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kasus hilangnya atau dugaan pencurian power sound system juga dilaporkan terjadi di salah satu rumah ibadah, yakni Masjid Kikilai di Kecamatan Alor Barat Daya (ABAD).
Selain itu, peristiwa serupa juga disebut terjadi di rumah warga di Bungawaru milik Heri Sir, di Kelurahan Kalabahi Timur, Kecamattan Teluk Mutiara, Kabupaten Alor.+++
J.k
