Memilih Jadi Guru, Menulis atau Mati!

suluhnusa.com_Untuk itu, Menulislah, bila masih ingin hidup menjadi Guru.

Tuntutan regulasi ang mengatur kenaikan jabatan dan fungsional guru menharuskan guru ntuk membuat publikasi ilmiah demi kepentingan pengembangan keprofesioan guru yang berkelanjutan.

Sebab menjadi guru zaman sekarang, tidak mudah. Alangkah sulitnya syarat dan prasayarat aturan yang menempatkan guru pada dua pilihan. Guru dihadapkan pada tuntutan keprofesionalan yang berkelanjutan. memilih menulis agar profesi guru tetap melekat dan berkelanjutan lalu disebut guru yang professional sertifikasi atau tidak mau menulis, alias berhenti jadi guru atau profesi guru menjadi ‘mati’.

Ada banyak persoalan yang dihadapi guru saat ini. Ada guru yang bisa menulis tetapi tidak memiliki waktu untuk menulis. ada guru yang tidak bisa menulis. Ada guru juga yang ingin menulis tetapi tidak tau bagaimana memulai menulis. juga ada guru yang menjadi malas menulis karena setelah menulis tidak ada media yang mau menerbitkan hasil tulisannya.

Hal ini yang mendorong Asosiasi Guru Penulis Nusa Tenggara Timur, menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Publikasi Ilmiah Guru. kegiatan yang gelar selama tiga hari ini sejak 7 s/d 9 September 2015 ini, menghadirkan 70 orang guru.

Menurut Ketua Panitia kegiatan, Siprianus Tua, S.Pd, M.Pd peserta dilibatkan berasal dari tiga Kabupaten Kota yakni Kota Kupang, Kabupaten Kupang dan Kabupaten Malaka.

Tua mengungkapkan, bahwa seperti tuntutan dalam peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara, dan Reformasi Birokrasi nomor 16 tahun 2009, guru yang saat ini berpangkat III/b hendak ke III/c dituntut untuk melakukan publikasi ilmiah.

Tuntutan itu juga berlaku bagi guru yang berpangkat IV/a ke IV/b diwajibkan untuk mempublikasikan artikel ilmiah dan dimuat pada jurnal ber-ISSN.

“Aturan ini menharuskan guru untuk mulai menulis dan terus menulis. Ini tuntutan aturan yang wajib dilakukan oleh guru guru”, ungkap Tua.

Nah, Agupena NTT, membimbing guru guru untuk menulis dan membantu publikasi melalui Jurnal Pen@ Guru yang sudah ber-ISSN dan siap diterbitkan untuk edisi perdana.

Lalu, agar kegiatan ini membawa perubahan pada peserta, Agupena NTT, dalam kgiatan ini memaparkan materi tentang Penelitin Tindakan Kelas, Menulis Artikel Ilmiah Populer di Media Massa, Mengenal penulisan Buku,diktat, bahan ajar dan karya terjemahan. Pun pemateri yang dihadirkan adalah para penulis yang berprofesi sebagai guru di Kota Kupang.

Menulis itu penting. Sebab apabila guru tidak menulis, keprofesionalan sebagai guru mati sebab tidak berkelanjutan. untuk itu, Menulislah, bila masih ingin menjadi Guru.(sandrowangak)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *