Orang Tua Pertanyakan Pungutan Tiket Kolam Renang dan Minimnya Informasi Resmi dari Sekolah

Beberapa orang tua mengaku baru mengetahui kegiatan tersebut setelah berlangsung dan setelah adanya permintaan pembayaran dari siswa

KUPANG – Sejumlah orang tua siswa kelas 5 SDI Sikumana mempertanyakan pungutan sebesar Rp15.000 per siswa yang digunakan untuk membayar tiket masuk kolam renang dalam kegiatan yang dilaksanakan pada jam sekolah di Kolam Renang Sansiro (Pitoby Sport Center), Selasa, 9 Juni 2206.

Berdasarkan informasi yang beredar di grup WhatsApp kelas, terdapat bukti pembayaran tiket kolam renang sebesar Rp375.000 untuk 25 orang siswa atau Rp15.000 per siswa. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada jam sekolah dan melibatkan siswa kelas 5.

Yang menjadi perhatian sebagian orang tua adalah tidak adanya pemberitahuan atau informasi resmi sebelumnya dari guru wali kelas maupun guru mata pelajaran terkait pelaksanaan kegiatan di kolam renang tersebut. Beberapa orang tua mengaku baru mengetahui kegiatan tersebut setelah berlangsung dan setelah adanya permintaan pembayaran dari siswa.

Menurut sejumlah orang tua, setiap kegiatan di luar lingkungan sekolah yang melibatkan biaya tambahan seharusnya terlebih dahulu disosialisasikan secara resmi kepada orang tua atau wali murid, baik melalui surat pemberitahuan maupun kesepakatan bersama, sehingga orang tua dapat mengetahui tujuan kegiatan, mekanisme pelaksanaan, serta rincian biaya yang dibebankan.

Dalam percakapan yang beredar di grup WhatsApp, seorang guru juga menyampaikan undangan kepada orang tua yang mempertanyakan pungutan tersebut untuk datang dan bertemu langsung di sekolah pada hari berikutnya.

Namun, sebagian orang tua menilai penyampaian tersebut bernada keras dan dianggap sebagai bentuk tekanan terhadap pihak yang menyampaikan keberatan atau protes terkait pungutan dimaksud.

Sementara itu, pihak sekolah diharapkan dapat memberikan klarifikasi secara terbuka mengenai dasar pelaksanaan kegiatan, mekanisme pengumpulan dana, serta prosedur pemberitahuan kepada orang tua. Transparansi dan komunikasi yang baik dinilai penting untuk menjaga kepercayaan antara pihak sekolah dan orang tua siswa.

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari pihak sekolah terkait polemik tersebut.+++


g.sandro wangak


 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *