sesekali kubiarkan hujan runtuh di hati
agar kau memandang
bukan hanya lewat cermin yang diam
parau suaramu memanggil
tetaplah hanya senyum yang membuka
kau akan bertamu
sesering mungkin, aku tahu
semampu bunga bunga
menjadi buah di musim penghujan
lunglai, rontok diterpa gerimis
tetaplah aku yang kau tuju
sementara aku
mengeram kabut di mata
semua jalan tak bercahaya
meski sesekali kupinjam senyummu jadi lentera
aku masih di simpang yang sunyi
Luh widyastuti
