entahlah…
sepi ini seperti kabut yang berserakan
ketika aku tenggelam
dalam gorong gorong kota mati
Kaupun menatapku enggan
mata dingin menumbangkan pohon pohon
yang berdiri angkuh menantang langit
manusia tak pernah berhenti mengejar
aku berlari , berlari dan terus berlari
setelah ini lalu apa
uang, kuasa, cinta
semakin berlari, semakin tenggelam dalam rawa rawa
hujan menghujam
aku kuyup bersimbah lumpur
oh.. dosa dosa yang mengkarat
sungai air mata
tenggelam menutup doa
dimanakah engkau Tuanku
aku ingin bersimpuh di kakimu
widyastuti