Sulur Akhir Mei

tengah malam di akhir mei
muson timur berhembus kering
senyap menggeram di bawa angin
sepi menyambangi daun daun yang menggigil

akar akar mencengram kelampauan
kepada siapa bola mata menajam
saat laron laron berkerumun pada cahaya kematian
dan mengabdi pada nafas satu satunya pengharapan

kuikuti tarian malam
meliuk, memutar dalam geram
betapa kebimbangan menghanyutkan
bahkan kepakan burung malam melemah dalam kegelapan

sulur masa bulan mei yang mengkarat
asap keresahan menggulung dalam kabut titian
berapa lama lagi langkah tertahan
mungkin hingga cerita senja menguap dalam kemarau panjang

widyastuti

One comment

  1. bagiku, ini tak perlu dikomentari. karena sepenuhnya sudah mantap!selamat bu Widya Astuti.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *