Sepi tak Bertuan

Aku menghitung detik waktu yg berjalan…
Seperti titik gerimis yang turun begitu lambat di kaca jendela…
Sepasang cecak saling menatap…
Barangkali terlalu lama rasa terlunta…
Hingga pahit manispun tak lagi terasa..

Lalu aku menghapirimu sayangku…
Mencoba menggodamu dengan seribu kerlip bintang….
Tp engkau masih berdiri disana..
Berselimut embun yang beku…
Bagaimana aku menjamahmu… ?

Meski dalam ruang anganku…
telah kulumat habis bibirmu yang dulu merah delima…
Tapi engkau bergeming..
bahkan saat aku setubuhi bulan yang kesepian ,
engkau tetap diam..

Widyastuti

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *