BETINA TERSESAT

Atas nama cinta
Sepasang camar 
Melewati mega mega
Menukik membelah langit
Melesat mengarungi samudra 
Mendaki pucak puncak pegunungan
Dan terbang indah diantara lembah lembah

Sepasang camar
Pada hutan rimba tropis
Mengukir nama pada batang kayu
Menulis sejarah cinta dengan tinta biru
Pada setiap jengkal jalanan kota yang dihuni para dewa

Bahkan pada setiap sudut gelap kota kita

Mencetak relief rindu pada candi candi bisu
Meninggalkan bayangan pada ombak pantai kuta
Dan menyimpan desah birahi pada dinding dinding tak bernama

Atas nama cinta
Sepasang camar menutup mata
Pada cibiran bahkan makian
Sebab cinta bukan cinta

Namun sayang……

ketika melintas tepat diatas kota tua
Jantan berseru ‘lihatlah hai betinaku, itu kota kita 
dan biarkan aku bermain main sejenak’

Jantan tergoda, betina terluka, 
Terlunta menyusuri lembah berkabut di kota tua

camar jantan terbang rendah bermain dengan cakrawala
menjadi gembala, yang menggiring domba domba tersesat kembali ke kandang

‘Lihatlah betinaku, 
aku hanya menolong mereka, 
memberinya makan dan selimut, 
sedikit bermain main sebelum mereka tertidur dan esok menggiring mereka pulang ke kandang’ 
Berseru jantan pada betina

Tapi betina telah pergi membawa luka

Atas nama cinta 
Camar jantan terbang mengembara
Mencari betina yang hilang membawa luka
Bertanya pada batu karang 
Mengadu pada tebing 
Tak ada jawaban

Atas nama cinta 
Camar jantan memohon para dewata
Menemukan kembali cinta sejati sang betina
Menjelma menjadi angin dan air 
Sebagai anak anak langit
Lalu turun ke bumi

Mengalir tenang dengan suara gemericik
Melewati celah celah bebatuan
Dengan pesona keindahan , tepat jatuh dari atas pegunungan

Atas nama cinta 
Sepasang camar
Bersatu dari hulu sampai muara
Sebab cinta mungkin bukan cinta

widyastuti

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *