dia….
gadis kecil itu
dengan sungging senyum di paras oval nan sayu
terlahir dikeluarga tak mampu
gadis kecil itu
dengan sungging senyum di paras oval nan sayu
terlahir dikeluarga tak mampu
nok…nama paggilan anak perempuan Jawa
begitu bunda menyebutnya
dan tak terlafaz nama
asli yg tercipta dari sang ayah
hingga membuat semenggu bunda
hingga membuat semenggu bunda
menganak merampas senyum gadis kecil itu
karna yang ternyata sebuah nama dari istri mudanya
karna yang ternyata sebuah nama dari istri mudanya
diantara teman mainnya ada sebuah nama
indah ‘Joice’ mereka menyebutnya
lalu ia terkadang risih karna nama asing untk di degarnya hingga orang-orang
lalu ia terkadang risih karna nama asing untk di degarnya hingga orang-orang
kampung tak tau nama asli nya kecuali teman sekolah
bunda….ia begitu mencintainya
bunda….ia begitu mencintainya
ia menangis di pagi buta manakala bunda mencari
nafkah tanpa pamit padanya
ia takut kehilangan sosok yang dipuja setelah ayah meninggalkan mereka
ia takut kehilangan sosok yang dipuja setelah ayah meninggalkan mereka
demi wanita diluaran sana
dan kini….
kisah itu datang kembali setelah lama terpendam mati
diiringi putaran roda yg kian berganti
tien….
seorang pemuja aksara
kisah itu datang kembali setelah lama terpendam mati
diiringi putaran roda yg kian berganti
tien….
seorang pemuja aksara
memberi nama
yang sama dari org yg dia cinta
yang kini berada di Surga
Seakan buyarkan
Seakan buyarkan
lamunan
kisah lama yg penuh duka dan
setelah terdngar suara indah dari sebrang sana
sambil lafalkan;
ya Allah…….
merah
amarah
mendidih darah
lunglai jiwa
meratap raga
diterjaga
menanar rasa
takdir karma
tersirat sudah
tanpa kata
meraba kasat mata
di nyanyian dunia
yang tak lagi ramah
merah
amarah
mendidih darah
lunglai jiwa
meratap raga
diterjaga
menanar rasa
takdir karma
tersirat sudah
tanpa kata
meraba kasat mata
di nyanyian dunia
yang tak lagi ramah
brigita fauziah
