gerimis sore ini
tanah basah memahat jejakmu
aku terpekur , menunggu
diammu,
menujum rasaku
kau gadis berkerudung hitam
di kakimu,
nurani membeku
jemari lentikmu adalah keajaiban
tapi mengapa kau kepalkan ?
hasrat semakin geram padamu
gairahku memburu
kaukah itu
gumitir kesayangan para dewa
atau hanya kembang sedap malam ?
bukalah kerudungmu !
biarkan kilat matamu
membakar malaikat palsu
dan biarkan tajam senyummu
membunuh para penipu
jika kau terlalu lama ingkar
sekali kutelanjangi kau !
kurengut kerudungmu
biar tercecer lekuk misteri tubuhmu
lalu semua tahu
seperti apa wajah kebenaran itu
widyastuti