Berkacalah Pagi

pagi berkacalah
embun telah jatuh satu satu satu
jejaknya mengalir menjadi bunga
lalu pagi meledakkan khayal
selalu begitu….

lalu,
mekar , mekarlah mimpi
yang tiap hari kupintal
dari rambutmu yang terurai
harumnya melekat indraku
menujum ingatanku

saat puluhan kali kali ombak memukul karang
puluhan kali pula ia kembali ke pantai
selalu kembali ke pantai
sekalipun tak ada yang tahu
dimana batas semesta itu
sebab hatimupun tak ada batasnya
biarlah…

cukup sesekali,
mari temani perjalanan
mengayuh rindu menjadi kupu kupu
lalu sayapnya melambungkan khayalan
dari pantai ke pantai
dari teluk ke teluk
begitulah..

widyastuti

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *