Malam Yang Kerap Menangis

Sudah aku tuliskan pada kabut senja tadi,
Gemuruhnya rasa asma yang menggurat tegas di belahan hati,
Memerah mengucurkan darah segar kerinduan, 
Pada sebuah raut, 
Pada sebuah wajah dan hati yang kerap mendebarkan segenap diri,

Kau kekasih jiwa, 
Yang mengelana pada tiap kabut malam, 
Memberi ribuan aksara hati, 
Mengiris perih, 
Menorehkan lara dan pedih,
Merebakan tawa dan senyuman, 
Sungguh rona yang melukiskan sketsa-sketsa buram dan bening, 
Senyum dan tawa, 
Luka dan tanya, 

Entahlah,
Hanya malam yang kerap menangis, 
Pada guguran kelopak-kelopak bintang, 
Saat kuhitung berapa rindu yang lewat di tiap sunyi, 
Di getaran risau di tempaan badai tanya, 
Yang kadang, 
Masih saja mengelabui pijaran-pijaran gelombang rasa, 
Yang menjerat langkah, seperti ingin menghentikan asa yang memburu, 
Dan detak cintakupun seperti terhenti seperti mati, 
Ingin pergi dan berlalu, 

Tapi gemuruh cinta pun terus mendesak melaju, 
Memberi angan-angan yang manis, 
Pada raut cinta yang kau tawarkan, 
Pada semilir puisi yang kau sebarkan di Langitmu, 
Yang membujukku untuk selalu terus dan terus melaju pada hangat dekap kasihmu,,, 

I Love U Ay,,,

 

Restu Hati

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *