maaf, kupinjam nafasmu
menemani mimpimu melewati awan
saban malam ia bercerita
tentang sependar cahaya
maaf , kupinjam nafasmu
melangkah melewati batu batu
tertatih ia dalam kisah yang bisu
mengeja hasrat yang sesekali bertamu
ah, si pandir itu
mengira diri sebagai bulan
yang dipuja setiap purnama
hingga hanyut oleh keharuman yang memabukkan
maka sekali lagi
biarlah kupinjam nafasmu
pada harapan yang penghabisan
barangkali di suatu malam nanti
cahaya menjelma sepasang sayap
yang membawaku padamu.
widyastuti