Keras bahkan aku katakan itu angkuh,
Kilatan mata seakan bernapaskan marah,
Dalam detakan darah yang mengalir deras,
Hingga kerap bergegas dan tak perduli,
Itu lagam yang di agungkan,
Pada hentakan gemerlap bintang-bintangmu,
Kau tak tau,
Kau adalah kematian yang berjalan,
Dan kau angkuhkan hidupmu,
Ini dunia dan ini fana,
Kau hamba dan kau benda,
Bangunlah,
Lihatlah matahari yang megah,
Kau siapa,,, ?
Dan sekejap kau tak berdaya,
Karena kehendak-NYA,
Masihkan kau tetap tidur, ?
Tetap tidak memahami pada semesta,
Yang menjelaskan semua ke Agungan-NYA,
Dan masihkan dengan angkuhmu,
Subhanallah,,,
Restu Hati