Perempuan dalam Bayangan Keindahan

‘’cintaku bisu, sayang….
lidahku gagal mengabarkan
betapa cinta tak mengalir seperti karya penyair abadi
hidup yang kuserahkan
pada bayangan keindahan
yang penuh suka cita’’

perempuan itu menyediakan hatinya
untuk kau remukkan
para lelaki yang kata-katanya
mengalir jadi puisi
setiap detik
jatuh di haribaan perempuan,

mamacu hidup yang semu

betapa cinta menghunus hatinya
membekapnya
pada keindahan yang ganjil
hingga perempuan itu
merelakan hatinya lebam
lindap pada petang yang muram
dengan harga yang terkoyak

perempuan itu,

yang menyediakan hatinya untuk kau remukkan

denpasar, 6mei2014
widyastuti

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *