Jalan setapak itu dalam separuh waktuku kerap kulewati,
Melewati bukit , menurun menjejak lumpur dingin,
Kaki mungil tak berdosa lincah menentang hari,
Menari pada hentakan polosnya,
Inilah rindu pada desau ilalang,
Pada embun pagi yang mencium di rumput-rumput liar,
Ada napas pagi yang indah tercium hangat di aroma kembang padi,
Hijau menghampar seperti permadani raksasa,
Oh rindunya pada masa itu,
Ada sapa lembut di heningnya senja,
Dan kepulan asap dalam aroma wedang aren,
Menggugah rasaku,
Rinduku pada masa itu
Restu hati