4350 Gempa Susulan, PDIP Lepas Kapal RS Laksamana Malahayati ke Flores

RS Apung Laksamana Malahayati mengemban misi pelayanan kesehatan. Secara khusus melayani rakyat Indonesia di kawasan pesisir atau di pulau-pulau terpencil

RUTENG – Set susulan terus mengguncang pulau Flores pasca Gempa berkekuatan M7.7 15 Agustus 2026 lalu.

BMKG mengupdate infografis peta sebaran gempa bumi susulan gempa Flores M7.7 hingga tanggal 21 Agustus 2026 pukul 08.00 WIB dengan yotal gempa bumi susulan: 4350. Magnitudo terbesar: 6.2, Magnitudo terkecil: 1.1, Magnitudo di atas 5: 31, Gempa susulan dirasakan: 118.

Dari grafik peluruhan mulai nampak pola penurunan, sehingga gempa susulan diperkirakan berlangsung sekitar 3-4 minggu.

Karena gempa susulan terus terjadi Gubernur NTT Melki Laka Lena mendesak pembaruan data kerusakan rumah warga, mengingat 3.860 kali gempa susulan 20 Agustus dan meningkat menjadi 4.350 21 Agustus 2026 membuat banyak bangunan yang semula rusak ringan berubah menjadi sedang hingga berat.

Hal ini disampaikan dalam rapat daring dengan Mendagri Tito Karnavian dan Mentan Maruarar Sirait.

Data Sementara dan menjadi prioritas sebanyak 71 orang meninggal, 1.182 luka-luka, 40.040 mengungsi.  Ribuan rumah rusak di 8 kabupaten: Manggarai Timur 15.799, Manggarai 13.304, Nagekeo 6.917

Gubernur Melki menegaskan data akurat adalah kunci agar bantuan cepat sampai dan benar-benar bermanfaat bagi warga Flores.


PDIP Kirim Kapal RS Apung Laksamana Malahayati

Instruksi Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri, PDI Perjuangan Kirim Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa Flores NTT.

Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan secara resmi melepas keberangkatan Kapal Rumah Sakit Apung Laksamana Malahayati menuju lokasi bencana gempa bumi di Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pelepasan kapal rumah sakit terapung milik partai berlogo banteng moncong putih tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto di Pelabuhan PT Lingga Perdana, Kota Cilegon, Banten, Kamis (20 Agustus 2026 malam.

Seluruh jajaran pengurus partai, relawan, hingga awak kapal memanjatkan doa bersama untuk para korban bencana gempa bumi di NTT, sekaligus mendoakan keselamatan serta kelancaran para relawan kemanusiaan yang bertugas di lokasi bencana.

Turut hadir mendampingi Sekjen PDI Perjuangan lokasi, yakni Ketua DPD PDI Perjuangan Banten Ade Sumardi, Anggota DPR RI Dapil Banten Yulius Setiarto, serta jajaran Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Serang, Kabupaten Serang, dan Kota Cilegon.

Kepada pers usai pimpin pelepasan, Sekjen Hasto Kristiyanto menegaskan bahwa pengerahan Kapal RS Laksamana Malahayati yang dikapteni Beni Setiawan ini merupakan tindak lanjut dan arahan langsung dari Ketua Umum PDI Perjuangan Ibu Megawati Soekarnoputri.

Kapal ini dikirim untuk memperkuat tim Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) serta relawan kesehatan PDI Perjuangan yang telah lebih dulu melayani di wilayah Flores dan sekitarnya pascadiguncang gempa berkekuatan 7,7 Magnitudo.

“Jadi sesuai dengan arahan Ibu Megawati Soekarnoputri, hari ini PDI Perjuangan mengirimkan Kapal Laksamana Malahayati untuk bergabung bersama tim Baguna dan relawan kesehatan yang telah datang di wilayah bencana di Flores dan sekitarnya,” ujar Hasto.

Hasto menyebut sejumlah tokoh dan pengurus DPP PDI Perjuangan telah berada di Flores untuk melakukan gerakan kemanusiaan tersebut, di antaranya Ganjar Pranowo, Tri Rismaharini, Ribka Tjiptaning, dan Sri Rahayu.

Hasto menggarisbawahi seluruh pergerakan partai digerakkan oleh spirit gotong royong dan kemanusiaan tanpa memandang latar belakang politik maupun SARA.

“Kapal Laksamana Malahayati ini akan melengkapi seluruh tim Baguna dan relawan kesehatan dan membantu rakyat tanpa membeda-bedakan apa pilihan politiknya, suku, agama, dan status sosial. Karena sebagai warga bangsa, nilai-nilai kemanusiaan itulah yang seharusnya membangun solidaritas kita untuk bergotong royong membantu siapapun yang menderita akibat korban bencana,” tegas Hasto.

Ketika ditanya mengenai logistik kemanusiaan yang dibawa oleh Kapal RS Laksamana Malahayati, Hasto menjelaskan bahwa kapal ini mengangkut berbagai kebutuhan medis, obat-obatan, serta perlengkapan khusus yang berfokus pada kelompok rentan.

“Ada beberapa bahan obat-obatan, dan sesuai dengan kebutuhan terutama untuk kebutuhan ibu-ibu dan anak-anak balita. Karena di dalam mitigasi bencana, daftar yang dibuat oleh Ibu Megawati Soekarnoputri seringkali bantuan terhadap ibu-ibu, perempuan hamil, anak-anak balita, dan kebutuhan khusus perempuan ini seringkali terlewatkan. Karena itulah ini melengkapi bantuan-bantuan yang sudah dikirim oleh PDI Perjuangan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua DPD PDI Perjuangan Banten Ade Sumardi menyampaikan rasa syukur atas pengoperasian Kapal Rumah Sakit Apung Laksamana Malahayati yang sebelumnya telah menyelesaikan misi pelayanannya di wilayah Banten.

Ade pun secara resmi menyerahkan kembali operasional kapal rumah sakit terapung tersebut kepada DPP Partai untuk dialihkan menjalankan tugas kemanusiaan yang lebih mendesak di NTT.

“Alhamdulillah pada hari ini kita mendampingi Pak Sekjen dalam rangka melepas Rumah Sakit Apung Kapal Malahayati. Kami kader-kader partai se-Provinsi Banten mengucapkan terima kasih kepada DPP Partai, khusus kepada Pak Sekjen yang telah mempercayakan Rumah Sakit Apung Malahayati ada di Provinsi Banten, di mana kapal ini telah melayani ribuan masyarakat Banten,” tutur Ade Sumardi.

“Sekarang masa tugas Rumah Sakit Malahayati sudah selesai di Provinsi Banten. Maka untuk itu, kami serahkan kembali kepada DPP Partai Rumah Sakit Apung Malahayati ini untuk ditugaskan ke daerah lain,” pungkas Ade.

Sebagai informasi, Rumah Sakit Apung (RSA) Laksamana Malahayati adalah kapal rumah sakit PDI Perjuangan yang mengemban misi pelayanan kesehatan untuk rakyat Indonesia di kawasan pesisir atau pulau-pulau terpencil di Indonesia.

Menjelajah perairan nusantara sejak diluncurkan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri pada pertengahan Juni 2023, Rumah Sakit Apung Laksamana Malahayati diioperasikan 12 anak buah kapal dengan 8 tenaga kesehatan.

RS Apung Laksamana Malahayati memiliki berat GT (Gross Tonage) 262. Ukuran panjang 30 meter dengan lebar 9 meter dan ketinggian dtaft 2 meter. Kapal memiliki kecepatan maksimal 7 knot.

Sebagaimana layaknya rumah sakit, RS Apung Laksamana Malahayati mengemban misi pelayanan kesehatan. Secara khusus melayani rakyat Indonesia di kawasan pesisir atau di pulau-pulau terpencil.+++


bonito/linda.e/sandro.wangak


 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *