LEWOLEBA – Bupati Flores Timur, Anton Doni Dihen menegaskan bahwa tenun merupakan salah satu warisan budaya Lamaholot. Tenun tidak hanya menjadi cerita leluhur dan simbol identitas, tapi juga merupakan wajah kebudayaan Lamaholot.
Ya, “Salah satu kekayaan besar Lamaholot adalah tenun. Tenun bukan hanya kain yang indah. Tenun adalah cerita leluhur, simbol identitas, dan wajah kebudayaan kita. Setiap motif menyimpan pesan kehidupan,” kata Bupati Flotim dalam sambutannya tertulisnya yang dibacakan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Flores Timur, Hieronimus Lamawuran, S.Sos pada pembukaan Festival Lamaholot, Rabu 1 Juli 2026.
Festival Lamaholot, kata Bupati Anton Doni, bukan hanya sebuah pertunjukan budaya. Menurutnya, Festival Lamaholot adalah ruang perjumpaan, ruang persaudaraan, dan ruang kolaborasi.
Kata dia, Lamaholot adalah satu kesatuan budaya yang hidup di Flores Timur, Lembata, dan Alor. “Kita boleh berbeda wilayah pemerintahan, tetapi kita memiliki akar sejarah, nilai, dan warisan budaya yang sama. Karena itu, pembangunan tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri. Kemajuan harus dibangun melalui kolaborasi,” ungkapnya.
Melalui Festival Lamaholot Lamaholot 2026 di kabupaten Lembata, ia mengajak semua pihak memperkuat pariwisata, mengembangkan ekonomi kreatif, dan menjaga budaya agar tetap hidup di tengah perubahan zaman.
Tenun dapat dikembangkan sebagai kekuatan ekonomi di kawasan Lamaholot. Menurutnya, setiap helai benang menyimpan nilai dan doa. Karena itu, tenun harus kita dorong menjadi kekuatan ekonomi masyarakat.
Ia berharap terus memperkuat inovasi, meningkatkan kualitas produk, memperluas pemasaran digital, dan membawa tenun Lamaholot semakin dikenal di tingkat nasional bahkan internasional. “Mari kita yakini dari benang budaya, kita merajut masa depan ekonomi,” tandasnya.
Menurut Bupati Anton Doni, potensi pariwisata Lamaholot sangat besar. Keindahan alam, kekayaan laut, tradisi adat, seni budaya, dan kehidupan masyarakat adalah kekuatan yang harus kita kelola bersama.
Sementara itu, Festival Lamaholot yang masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) menjadi momentum penting untuk membangun satu narasi besar pariwisata Lamaholot antara Flores Timur, Lembata, dan Alor.
“Kita ingin pariwisata tidak hanya menghadirkan kunjungan, tetapi juga menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat. Karena itu, Pariwisata Lamaholot adalah jembatan menuju kesejahteraan bersama,” kata Bupati Flotim.
Disampaikan, budaya Lamaholot tidak pernah terpisahkan dari alam. Laut, gunung, tanah, dan lingkungan adalah bagian dari kehidupan kita. Menjaga budaya berarti menjaga alam tempat budaya itu tumbuh dan berkembang.
Ia berharap bersama bangun pariwisata yang berkelanjutan, yang menghormati alam dan mewariskan kehidupan yang baik bagi generasi berikutnya.
“Saya ingin menyampaikan pesan khusus kepada generasi muda Lamaholot. Kalian bukan hanya penerus budaya, tetapi kalian adalah penggerak masa depan budaya Lamaholot. Gunakan teknologi untuk memperkenalkan budaya kita. Ciptakan karya kreatif. Jadilah duta budaya Lamaholot di era modern: karena, jika budaya tidak dihidupkan oleh generasi muda, maka ia akan kehilangan masa depannya,” ujar Bupati Anton Doni.
Disampaikan, Festival Lamaholot 2026 yang menjadi bagian dari Karisma Event Nusantara Tahun 2026 adalah bukti bahwa budaya kita memiliki tempat di panggung nasional.
“Mari kita jadikan festival ini sebagai ikon budaya Lamaholot yang semakin kuat, semakin dikenal, dan mampu berbicara kepada Indonesia serta dunia. Dari Lamaholot, kita memperkenalkan identitas kita” harapnya.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Flores Timur, ia berkomitmen untuk terus mendukung penguatan budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif Lamaholot.+++
Prokompim.Kab.Lembata
