Diduga Ada PNS Bagi-Bagi Uang di Dapil I Lembata

suluhnusa.com_Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Lembata menemukan praktek money politik di Daerah Pemilihan Lembata I.

Banyak orang mengkhawatir saat Pileg 9 April 2014, akan terjadi money politik benar-benar terjadi. Panwas Lembata berdasarakan laporan dan temuan Panitia Pengawal Lapangan, ada indikasi bagi-bagi uang di Dapil satu Lembata.

Ketua Panwaslu Kabupaten Lembata, Rafael Boli kepada suluhnusa.com, 11 April 2013 menjelaskan indikasi money politik atau praktek bagi-bagi uang saat pileg 9 April 2014 ini diduga kuat dilakukan oleh salah seorang Pegawai Negeri Sipil di Kabupaten Lembata.

“Laporan dan temuan dari pengawas lapangan ada indikasi bagi-bagi uang oleh salah seorang PNS, inisialnya, NM” ungkap Boli.

Lebih jauh Boli mengungkapkan, praktek bagi-bagi uang ini dilakukan di dua TPS di dua desa berbeda. Yakni Desa Todanara, Kecamatan Ile Ape di TPS 1  dan desa Jontona juga di Kecamatan Ile Ape Timur di TPS 2.

Dugaan bagi-bagi uang oleh PNS yang berinisial NM ini menjelang pencoblosan kepada beberapa warga. Dan atas perbuatan ini, Panwaslu Kabupaten Lembata segera memanggil PNS tersebut untuk dimintai keterangan. Jika terbukti maka pihaknya akan melaporkan melaporkan kepada pihak yang berwenang sebagai tindakan pindana pemilu bersama dengan bukti-bukti yang sudah dikumpulkan.

Sementara itu, di Kelurahan Lewoleba Tengah dan Desa Kolipadan ada beberapa warga yang mencoblos dengan menggunakan surat panggilan atas nama orang lain.

Dan temuan ini sedang ditangani oleh Panwas Kabupaten Lembata.(vinsenkerong/sultanalygeroda)

One comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *