SULUH NUSA, BANGKOK – Ketua PGRI Flores Timur, Maksimus Masan Kian mewakili Indonesia mengikuti Training Leadership di Bangkok. Kegiatan ini, diselenggarakan oleh Education International Asia-Pacifik Region, Program John Thompson Fellowship (JTF) yang melibatkan beberapa organisasi di AsiaAsia yang berpusat di Perancis.
Maksimus Masan Kian masuk nominasi setelah melewati beberapa tahapan seleksi, dan disurvei secara rekam digital keaktifan dan produktifitas dalam memimpin Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) khususnya di Nusa Tenggara Timur, Flores Timur. Dirinya menjadi satu satunya Ketua PGRI Kabupaten se Indonesia yang dipilih mengikuti kegiatan ini.
Kegiatan yang dipusatkan dipusatkan di Hotel Berkeley ini akan berlangsung pada 16 hingga 27 Oktober 2023 dengan tujuan memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperluas pembelajaran yang diperoleh melalui pertemuan dan pertukaran virtual, serta dapat menyelami lebih dalam masalah dan praktik profesional dan serikat pekerja tertentu. Peserta juga akan bekerja untuk mengembangkan rencana berorentasi aksi sejalan dengan prioritas organisasi.
Maksimus Masan Kian mengatakan untuk pertama kalinya mengikuti Program John Thompson. Dirinya bangga, bisa masuk nominasi mewakili Indonesia dalam wadah organisasi PGRI mengikuti kegiatan ini. “Saya sangat bangga masuk nominasi dan mengikuti kegiatan ini. Memang, kita tidak ditentukan tetapi diseleksi melalui beberapa tahapan, dan dipantau rekam digital keaktifan dan produktivitas sebagai pemimpin di organisasi. Kami dari Indonesia ada 6 orang. Saya sendiri dari Nusa Tenggara Timur (NTT) dan menjadi satu satunya Ketua PGRI Kabupaten Kota se Indonesia. Lima peserta lain diantaranya, Wijaya (Pengurus Besar), Hamdani (Sekretaris PGRI Bekasi), Dr. Lailatul Musyarofah (Pengurus PGRI Kab. Sidoarjo), Ratu Bilquis (APKS PB PGRI), Rahmatiah (Sekretaris Asosiasi Bahasa Inggris PB PGRI). Terpilih satu dari hampir 3 juta guru se Indonesia merupakan kebanggan tersendiri,” kata Maksi.
Guru IPA pada SMPN 1 Lewolema ini mengatakan, setelah mengikuti kegiatan tentunya ada banyak manfaat yang diperoleh untuk pengembangan organisasi. “Memang ada banyak hal yang telah kita lakukan dengan baik, tetapi pastinya masih ada kekurangan, dengan kegiatan ini kita bisa dibekali kemampuan dalam memimpin organisasi, bagaimana kita dapat menyelami semua persoalan dan mampu mengembangkan rencana berorentasi aksi yang sejalan dengan prioritas organisasi.Teruslah mengasah pikiran positif, sebab itu adalah jalan pengembangan optimisme, pengembangan diri, dan mampu mengubah hambatan menjadi kesempatan terbaik,” kata Maksi.
Education International adalah federasi serikat pekerja global yang menyatukan organisasi guru dan pekerja pendidikan lainnya dari seluruh dunia. Melalui 383 organisasi anggota kami, kami mewakili lebih dari 32 juta guru dan pekerja pendukung pendidikan di 178 negara dan wilayah.
Yang kami perjuangkan
Sebagai suara global para guru dan pekerja pendukung pendidikan, yakni mendukung secara aktif pendidikan gratis, berkualitas, dan didanai publik untuk semua siswa di semua negara, Mewakili dan mempromosikan kepentingan guru dan staf pendukung pendidikan secara internasional, Mari kita mendorong pengembangan organisasi demokratis untuk mewakili guru dan seluruh tenaga kependidikan serta berkontribusi dalam memperkuat solidaritas dan kerja sama di antara mereka, Mari kita promosikan pengembangan kualifikasi guru dan pengakuan guru sebagai profesional., Mari kita membela dan memajukan demokrasi, perdamaian, keadilan sosial dan hak asasi manusia, termasuk hak serikat pekerja dan hak atas pendidikan, Mari kita dukung keadilan sosial. Seluruh kebijakan, program, dan upaya advokasi kami bertujuan untuk memajukan keadilan sosial dan menentang segala bentuk diskriminasi.
Tentang John Thompson Fellowship dapat di akses di website ini :
Mantan Ketua Agupena Flores Timur ini menyampaikan terima kasih kepada para pihak yang memberikan dukungan. “Saya menyampaikan terima kasih dan rasa hormat saya kepada, Prof.Dr. Unifah Rosyidi,M.Pd (Ketua Umum Pengurus Besar PGRI), Penjabat Bupati Flores Timur, Alexander Doris Rihi, Kepala SMPN 1 Lewolema, Bapak Wilbrodus Wungbelen, rekan rekan Pengurus PGRI Flores Timur yang telah memberikan dukungan. Tidak lupa, terima kasih yang sama kami sampaikan kepada keluarga, orang tua, dan leluhur Lewotana Honihama, Adonara,” ungkap Maksi ketika menghubungi media ini dari Bangkok, 16 Oktober 2023.+++sandrowangak

tetap semangat dan rendah hati, ketua…Salam.GBU