Ketua PGRI Flores Timur Mohon Presiden Prabowo Buka Seleksi PPPK 2026 bagi Guru Honorer Sekolah Swasta

Maksimus mewakili guru di Flores Timur menyampaikan harapan besar kepada pemerintah pusat. PGRI Flores Timur memohon dengan sangat hormat kepada...

JAKARTA – Pada momentum peringatan HUT PGRI ke-80 dan Hari Guru Nasional, Ketua PGRI Kabupaten Flores Timur, Maksimus Masan Kian, kembali menyuarakan kondisi kesejahteraan tenaga pendidik yang hingga kini belum merata, terutama bagi guru honorer di sekolah swasta.

Penegasan ini disampaikan Maksimys Masan Kian sebab para guru honorer di sekolah swasta masih menjadi kelompok yang paling tidak beruntung karena tidak memiliki akses untuk mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) meskipun mereka telah mengabdi bertahun-tahun membentuk masa depan generasi muda Flores Timur.

Menurutnya, banyak guru honorer di sekolah kecil, baik negeri maupun swasta, masih menerima insentif jauh di bawah standar kelayakan.


“Situasi paling memprihatinkan adalah guru honorer di sekolah swasta. Mereka bekerja dengan dedikasi yang luar biasa, namun tidak pernah mendapatkan kesempatan ikut seleksi PPPK. Ini ketidakadilan yang harus segera diperbaiki,” tegas Maksimus.


Dari sisi akses pendidikan, PGRI Flores Timur mengapresiasi sejumlah peningkatan infrastruktur yang mulai dirasakan masyarakat, namun masalah serius masih terlihat di beberapa titik. Kecamatan Tanjung Bunga, Pulau Solor, dan sejumlah kawasan di Pulau Adonara masih menghadapi kondisi jalan yang memprihatinkan. Akses yang terbatas membuat perjalanan guru dan peserta didik menjadi sangat berat, terutama saat musim hujan. Kesulitan mobilitas ini turut memengaruhi mutu pelayanan pendidikan, terutama di wilayah-wilayah terpencil.

Dalam pernyataannya, Maksimus mewakili guru di Flores Timur menyampaikan harapan besar kepada pemerintah pusat. PGRI Flores Timur memohon dengan sangat hormat kepada Presiden Prabowo Subianto agar pada Tahun 2026 memberikan kebijakan khusus yang membuka kesempatan bagi guru honorer di sekolah swasta untuk mengikuti seleksi PPPK.

Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bentuk keadilan sekaligus penghargaan atas pengabdian guru honorer yang selama ini bekerja tanpa kepastian status dan kesejahteraan.

Selain memperjuangkan kesempatan PPPK, PGRI Flores Timur juga menyampaikan aspirasi mengenai kebutuhan fasilitas transportasi pendidikan. Maksimus menegaskan bahwa pemerintah perlu memberikan bantuan bus sekolah, selain, telah memberikan bantuan perangkat pembelajaran seperti televisi. Bus sekolah sangat dibutuhkan terutama di wilayah 3T yang jaraknya jauh dari permukiman, sehingga perjalanan menuju sekolah lebih aman dan terjangkau bagi guru maupun peserta didik.


“Dengan transportasi yang memadai, anak-anak di wilayah terpencil dapat bersekolah tanpa hambatan. Kami berharap perhatian besar dari Presiden agar pendidikan di Flores Timur semakin maju dan merata,” ujarnya.


Mengakhiri pernyataannya, Maksimus menegaskan kembali doa dan harapan besar seluruh guru di Flores Timur.

“Semoga pada Tahun 2026, guru honorer di sekolah swasta dapat diberi kesempatan ikut seleksi PPPK. Dan semoga Presiden Prabowo berkenan membantu penyediaan bus sekolah bagi wilayah-wilayah 3T, agar akses pendidikan menjadi lebih mudah dan aman bagi masa depan anak-anak kita,” tutupnya.+++amber.kabelen


 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *