suluhnusa.com – Ketika tiba di puncak tebing pantai setinggi empat meter, mata Anda akan disambut oleh keindahan surga pantai yang tak terkira. Anda pastinya dibuat tercengang dan seakan tak percaya. Serasa Anda sedang terlibat dalam syuting serial wisata ‘My Trip My Adventure’.
Bagaimana tidak, baru saja mata Anda hanya menyaksikan rimbun pepohonan pada jalan setapak sejauh dua kilo. Namun, begitu tiba di ambang pantai, dari ketinggian, mata Anda disuguhi hamparan bebatuan cadas selebar jalan raya dan membentang sepanjang dua kiloan membujuri pantai.
Tidak habis di situ Anda dibuat tercengang. Bila Anda melempar pandang agak jauh ke depan lagi, di belakang bebatuan cadas itu, berdiri kokoh karang-karang besar yang bentuknya agak runcing dan bergerigi, tegak menghadap laut. Karang-karang itu seolah memagari bebatuan cadas dari gempuran lautan.
Berdirilah sejenak lagi menanti sembari mendengarkan merdu cericit burung pantai. Maka mata Anda akan menyaksikan parade gulungan ombak-ombak besar yang datang membentur-bentur kekarang itu. Buih-buihnya yang tempias naik ke permukaan karang hingga bebatuan cadas, menjadikan suguhan panorama yang amat eksotis dan memukau mata.
Buanglah pandangan agak jauh lagi ke depan sembari menikmati semilir angin pantai yang membelai-belai wajah. Anda akan menemukan hamparan laut luas terbentang seolah adalah tangan-tangan yang membentang lebar menyambut hangat kedatangan Anda dengan begitu karib. Pun, di tengah itu, tiga pulau kecil (Pulau Tiga) bercokol agak terpisah yang memiliki daya tarik tersendiri bagi setiap insan tualang.
Jalanlah ke bawah melewati tanah-tanah yang agak licin sejauh dua puluhan meter. Maka kaki Anda pasti menginjak bebatuan jalan yang tergelar bagai ditata untuk tapak para pejalan. Tapakilah dan rasakan sensasi telapak kaki Anda dipijat-pijat lembut oleh permukaan bebatuan ini. Bila siang hari, rasakan betapa telapak kaki Anda serasa dipanggangi bebatuan ini. Urat-urat telapak kaki Anda akan mengirim sensasi kejutan yang luar biasa ke dalam tubuh.
Batu Roti yang oleh warga setempat disebut “Wai Uhe”. Hamparan bebatuan di tempat ini seperti gumpalan roti berukuran kecil hingga besar. Oleh Camat Ile Bura, Jack Ara Kian sejak September 2019 mempopulerkan nama tempat ini dengan “Batu Roti”. Hamparannya sejauh 2 KM dari Desa Lewotobi hingga Desa Lewoawang.
Jalan lagi ke arah barat. Anda akan menemukan genangan air tawar yang tertampung di atas palung bebatuan cadas itu. Genangan air itu bisa jadi merupakan air hujan atau air tanah yang tidak mendapat tempat alir ke laut.
Anda bisa mandi dalam genangan air ini. Atau sekadar merendam badan (tapi pastikan HP dan dompet sudah Anda keluarkan dari saku celana agar barang-barang itu tidak ikut terendam, sebagaimana yang dialami salah satu personil kami karena kegirangan mendapati genangan air tawar dalam palung bebatuan cadas).
Tengadahkan wajah Anda ke barat laut. Maka mata Anda akan disuguhi tebing-tebing tinggi yang berdiri menjulang memagari pantai. Uniknya, permukaan tebing ini berwarna-warni yang didominasi warna ungu, kuning, biru, putih, dan hitam, sebuah perpaduan warna tebing semirip warna daging ubi jalar.
Kitarilah pantai ini dan rasakan sendiri sensasi unik dan menakjubkan tersesat di pantai seindah ini. Inilah Pantai Batu Roti, Dusun Lewouran, Desa Birawan, Kecamatan Ile Bura, Kabupaten Flores Timur.
Hal menarik lain yang ditemukan di lokasi Obyek Wisata “Batu Roti” Ile Bura, Flores Timur, NTT adalah potensi ikan. Wisatawan yang hobi mancing akan sangat diuntungkan saat berwisata di ini tempat.
Selain memiliki pemandangan alam yang eksotis unik dan antik, tempat ini juga sangat cocok untuk memancing ikan. Bebatuan yang tersusun hingga ke tengah laut, memudahkan pemancing untuk mendapatkan ikan cukup dengan berdiri di atas batu.
Ikan hasil pancingan segar – segar. Bisa langsung dipanggang saat ekornya masih bergerak dan matanya masih berkedip. Sensasi yang luar biasa.
Jarak dari Kota Larantuka ke tempat ini kurang lebih sejauh 67KM. Rute untuk bisa tiba di tempat ini, dari Kota Larantuka ke arah Barat (menuju ke Maumere). Bisa menggunakan roda dua atau roda empat. Pas perjalanan sejauh 47KM, sebelum Boru Kecamatan Wulanggitang, belok ke arah kiri (masuk Desa Nobo). Terus sejauh 18KM tiba di Desa Lewotobi.
Supaya dimudahkan dalam perjalanan ke lokasi ini, Temui Kepala Desa Ile Bura Tarsisius Muda, dan Camat Ile Bura Jack Ara Kian. Segenap wisatawan akan didampingi perangkat Desa Lewotobi dan Kecamatan Ile Bura menempuh perjalanan sejauh 2KM (menggunakan sepeda motor). Selanjutnya menempuh perjalanan sejauh 100 meter ke arah pantai (jalan setapak)
Waktu tempuh dihitung dari Kota Larantuka ke lokasi ini antara satu sampai satu setengah jam. Dianjurkan mengenakan sepatu saat masuk ke obyek wisata ini. Dan bagi yang hobi mancing, kamu akan sangat beruntung. Dimana lagi ada Batu Roti selain di Ile Bura, apakah ini Surga yang sengaja disembunyikan oleh Sang Pencipta ? Nikmatilah.***
pangeran lingga ratuloly















